Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso, mengatakan Partai Berkarya menetapkan target 80 kursi di DPR RI secara nasional. Priyo sebut Partai Berkarya ingin merebut satu kursi di masing-masing dapil, termasuk di Jakarta.
Priyo mengatakan target tersebut merupakan kalkulasi Partai Berkarya dengan perhitungan yang ada. Dengan kalkulasi tersebut, Priyo yakin Partai Berkarya siap mengambil kepemimpinan baik di DPR RI, provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia.
"Kalau bisa 80 kursi ini bisa dilampaui," kata Priyo di Gedung Granadi, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu, (2/6/2018).
Priyo pun meyakini, Partai Berkarya siap bersaing dengan partai lainya di pemilu mendatang. Dirinya yakin jika Partai Berkarya siap jadi salah satu partai yang masuk lima besar.
"Insya Allah dengan amanat rakyat kami siap jadi salah satu partai di lima besar secara nasional, bersanding dengan partai besar lainnya," tuturnya.
Priyo menyatakan, Partai Berkarya saat ini sedang konsentrasi untuk pemenangan legislatif di pemilu mendatang. Dirinya mengaku Partai Berkarya belum tertarik untuk ikut menyebarkan tagar #2019GantiPresiden.
"Hari ini tagar yang kita viralkan adalah tagar 2019 ganti legislator, ganti parlemen," tandas pria berkacamata itu.
Berita Terkait
-
DPR Minta Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI Diproses Tegas Sesuai Aturan
-
Tujuh Hari Jelang Keberangkatan, DPR Desak Kepastian Biaya Tambahan Haji
-
Tolak 'War Tiket Haji', Maman DPR: Ibadah Bukan Ajang Kompetisi Klik Internet!
-
Soal Dugaan AS Bebas Akses Wilayah Udara Indonesia, Sukamta: Kedaulatan Tak Bisa Ditawar
-
Mendagri Dukung Perpanjangan Dana Otsus Aceh dan Usulkan Kembali ke 2 Persen Akibat Dampak Bencana
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi