News / Nasional
Rabu, 06 Juni 2018 | 19:27 WIB
Politisi Partai Golkar Ali Mochtar Ngabalin (suara.com/Bowo Raharjo)

Suara.com - Pentolan FPI Rizieq Shihab meminta Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, untuk segera membentuk Koalisi Keumatan.

Koalisi tersebut dimaksudkan untuk mengusung calon presiden dan calon wakil presiden pada Pilpres 2019. Hal ini disampaikan Rizieq saat bertemu Prabowo dan Amien di Mekah, Arab Saudi.

Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, mempertanyakan Koalisi Keumatan yang dimaksud.

"Presiden Jokowi itu umat Islam, dan saya ingin katakan bahwa dikotomi antarumat adalah menjadi bagian yang tidak boleh dipisahkan dari semua umat manusia di negeri ini. Jadi, umat itu seluruh anak bangsa yang bertuhan," ujar Ngabalin seusai menghadiri acara di Patra Jasa Office Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/6/2018).

Karenanya, Ngabalin mempermasalahkan penggunaan kata ”umat”. Menurutnya, penggunaan kata itu tidak tepat digunakan untuk kepentingan politik.

"Rakyat Indonesia harus dapat info yang baik dan benar serta tidak boleh terjadi ada ancam-menganacam terhadap persiapan pemilu yang akan datang," jelasnya.

Koalisi Keumatan yang dimaksud kubu Rizieq adalah, bersatunya koalisi berbasis Islam seperti Partai Gerindra, PKS, PAN, dan PBB untuk melawan petahana Joko Widodo.

Politikus Partai Golkar ini mengkhawatirkan, penggunaan istilah ”umat” dapat memecah belah rakyat Indonesia. Sebab, masyarakat yang memilih Jokowi juga ada yang umat Islam.

"Umat mana yang dimaksudnya. Mari berpolitik secara santun dengan cara yang mengedepankan akhlakul karimah," katanya.

Baca Juga: Trimedya: Kasus Pornografi Rizieq Bisa Dihentikan Jika...

Load More