Suara.com - Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Maruli Sijabat menyampaikan angkutan bus layak jalan telah ditandai dengan pemberian stiker. Sedangkan yang tidak layak jalan tidak diberikan stiker dan tidak boleh mengangkut penumpang dari dalam terminal utama.
"Kita sudah jelaskan tadi kepada penguji dan juga kepada para pegawai negeri sipil kami supaya tegas untuk masalah keselamatan dan dalam lalu lintas terutama dalam mengangkut penumpang yang akan melaksanakan mudik," ungkap Maruli saat mengunjungi Terminal Utama Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Senin (11/6/2018).
Ia menjelaskan jika pihaknya telah melakukan pengujian atau tinjauan kendaraan dengan sembilan buah bus di Terminal Kampung Rambutan dan Kalideres. Dalam pengujian tersebut sebanyak tujuh kendaraan yang lulus kelayakan sedangkan dua kendaraan tidak layak jalan.
"Rata-rata tujuannya tersebut ke Jawa Tengah, Jawa Barat dan Timur," ungkapnya.
Namun hingga sejauh ini kendaraan yang tidak layak jalan tersebut belum dicabut izinnya hanya tidak diizinkan beroprasi saja.
Ia mengatakan uji kelayakan tersebut akan terus dilakukan ke terminal lainnya seperti Lebak Bulus dan terminal bantuan lainnya.
"Karena itu sangat penting sekali selain terminal utama Kampung Rambutan nanti juga terminal utama lagi di Kalideres. Karena kita lihat juga penumpangnya mulai banyak," ujarnya.
Selain itu, ia mengatakan jika akan dilakukan penertiban pada terminal bayangan. Hal tersebut diharapkan untuk mendorong masyarakat agar lebih banyak lagi yang mudik dengan menggunakan bus dari terminal.
"Terminal bayangan di beberapa tempat sudah kita tertibkan dan saat ini sudah mulai menunjukan, dapat terlihat dari jumlah bis yang berangkat dari terminal bantuan maupun utama meningkat. Ini karena penertiban yang kita lakukan di terminal terminal bayangan itu berjalan baik," katanya.
Terminal bayangan, dikatakannya, seperti yang ada di Jakarta Timur itu tepatnya di Jatiwaringin dan Pangkalan Jati.
"Sedangkan di Jawa Barat itu di sekitar Season City. Ada beberapa tempat," katanya.
Ia mengaku hingga saat ini pihaknya masih tetap berkoordinasi dengan pihak terkait.
"Ada yang namanya operasi lintas jaya dan juga berkolaborasi dengan operasi ketupat. Jadi hari ini pun kita lihat ya, di terminal Kampung Rambutan pengamanan cukup intens dari pihak kepolisian maupun dari pihak polri," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Pembeli Tiket Bus Jarak Jauh Melonjak, Jarak Pendek Sepi Peminat
-
Sandiaga Jamin Terminal Kampung Rambutan Bebas Calo Tiket Mudik
-
Berkepala Pelontos, Sandiaga Cek Arus Mudik di Terminal Rambutan
-
Guntur Romli: Ada Jejak Pendukung Anies di 40 Masjid Radikal
-
Anies: Layani Pemudik Idul Fitri 1439H, Jakarta Ada 5.700 Bus
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik
-
AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam
-
Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan
-
Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN
-
Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan
-
Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?
-
KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas
-
Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA
-
Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur