Suara.com - Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari mengaku sangat merindukan keluarganya selama menjadi tahanan KPK. Hal itu disampaikan oleh suaminya, Endri Efran usai mengunjungi sang istri yang kini statusnya masih sebagai tahanan kasus penerimaan gratifikasi di Rutan KPK, cabang Jakarta Timur, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.
"Nggak ada (pembicaraan serius) yang penting ketemu anak sama suami, jadi cuma ngobrol (biasa) santai saja," katanya usai mengunjungi istrinya di Rutan KPK, Jakarta, Jumat (15/6/2017)8).
Endri juga menyampaikan bahwa keadaan Rita di rutan saat ini sehat walafiat. Rita juga tegar menghadapi proses hukum yang sejauh ini telah masuk ke masa persidangan.
Adapun keluarga juga membawakan makanan khas lebaran seperti opor ayam yang disajikan di dalam rutan dalam rangka menikmati kebersamaan di hari raya.
"Yah seneng aja, yang penting makan bareng," tutupnya.
Endri dan keluarganya akan kembali lagi mengunjungi istrinya pada Sabtu (16/5/2018) besok. Pasalnya, KPK kembali membuka kesempatan bagi keluarga tahanan untuk berkunjung.
Rita bersama-sama staf sekaligus tim pemenangannya, Khairudin, didakwa telah menerima gratifikasi sebesar Rp 469 miliar selama menjabat sebagai Bupati Kukar atau sekitar Juni 2010 hingga Agustus 2017.
Uang tersebut diduga berasal dari para pemohon perizinan dan para rekanan pelaksana proyek pada dinas-dinas Pemkab Kukar serta Lauw Juanda Lesmana.
Sementara itu, Rita juga didakwa dalam kasus lain yakni penerimaan suap sebesar Rp 6 miliar dari Direktur Utama PT Sawit Golden Prima (PT SGP), Hery Susanto Gun alias Abun.
Baca Juga: Lebaran di AS, Sri Mulyani Ucapkan Selamat Idul Fitri di Medsos
Berita Terkait
-
ICW Laporkan Dugaan Korupsi Sertifikat Halal Rp49,5 Miliar di Badan Gizi Nasional ke KPK
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Purbaya Tak Berhentikan Posisi Dirjen Bea Cukai Usai Namanya Terseret Dakwaan Suap KPK
-
Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot
-
Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara