Suara.com - Meski pemungutan dan penghitungan suara Pilkada serentak pada 27 Juni 2018 berjalan aman dan lancar, tapi Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat sejumlah masalah, di antaranya, ada 14 daerah yang mengalami penundaan pemungutan suara.
Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan penyebab 14 daerah menunda pemungutan suara lantaran adanya masalah penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Paniai bencana kebakaran dan banjir, keterlambatan dan kekurangan logistik, serta faktor keamanan.
"Daerah yang mengalami penundaan yaitu Kabupaten Paniai, Nduga, Bone, Tolikara, Deiyai, Yahukimo, Lanny Jaya, Mimika, Jayawijaya, Rokan Hulu, Morowali, Keerom, Kota Jayapura dan Kota Tangerang," ujar Wahyu di kantor KPU, Jakarta, Jumat (29/6/2018) malam.
Tak hanya itu, tambah dia, KPU juga mencatat ada 69 TPS di 26 kabupaten atau kota di 10 provinsi daerah harus melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) untuk menindaklanjuti rekomendasi Pantia Pengawas.
Adapun penyebab terjadinya PSU, kata Wahyu, dikelompokkan dalam kategori penggunaan hak pilih lebih dari satu kali, penggunaan hak pilih oleh pemilih dari luar daerah pemilihan, kekurangan surat suara dari jumlah DPT di TPS. Kemudian, selisih penggunaan surat suara dengan jumlah pemilih, surat suara telah dicoblos sebelum hari pemungutan kotak suara telah dibuka pada 26 Juni 2018, kerusuhan di TPS pasca pemungutan yang menjadikan KPPS dan saksi berinisiatif melakukan penghitungan di luar TPS, dan pembukaan kotak suara tidak sesuai dengan peraturan
"Sementara untuk tingkat partisipasi pemilih Jumlah DPT sebanyak 152.079.997 orang. Total nasional tingkat partisipasi pemilih sebanyak 73.24 persen untuk pemilih perempuan, tingkat partisipasi mencapai 76,67 persen, sedangkan untuk pemilih laki-laki sebanyak 69,32 persen," terang dia merinci.
Wahyu juga menjelaskan untuk jumlah TPS sebanyak 387.599, dengan jumlah KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) sebanyak 2.713.193 orang.
Adapun jumlah PPS (Panitia Pemungutan Suara) adalah 193.497 orang dan jumlah PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) sebanyak 27.775 orang, yang tersebar di 381 kabupaten/kota, 5.555 kecamatan atau nama lain, dan 64.499 kelurahan/desa atau nama lain.
Kemudian untuk pengunggahan hasil penghitungan di TPS (formuulir C1) pada aplikasi Situng (Sistem Penghitungan Suara), yakni dari 381 kabupaten/kota yang menyelenggarakan pilbup/pilwako/pilbup-pilgub/pilwakopilgub/pilgub saja, tinggal 24 daerah yang belum mengirimkan C1,
Baca Juga: Suarez: Kami Siap Hadapi Portugal dan Ronaldo
"Yaitu lima daerah yang pilbup yaitu Kabupaten Puncak, Paniai, Mimika, Mamberamo Tengah, dan Deiyai, kemudian 19 daerah yang pilgub yaitu Kabupaten Asmat, Boven Digoel, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Lanny Jaya, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah. Mappi. Mimika, Nduga, Paniai, Pegunungan Bintang, Puncak, Puncak Jaya, Tolikara, Waropen, Yahukimo, Yalimo," urainya panjang lebar.
Lebih lanjut, Wahyu menambahkan jumlah anggaran yang telah ditransfer sebanyak Rp 11.852.518.878.668 atau sebanyak 92,42 persen dari total NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah)
"Tidak semua daerah mendapatkan 100 persen dana hibah, mengingat ada pemda yang belum sepenuhnya melakukan transfer sesuai komitmen, ada yang mensyaratkan LPJ setiap bulan sehingga menunda transfer, ada daerah yang cukup meski belum 100 persen, dan ada pemda yang masih menahan dana hibah secara lisan," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!