Suara.com - Politikus senior Partai Amanat Nasional Amien Rais menyebutkan akhir-akhir ini ada tokoh yang mengubah pilihan yang sudah benar. Hanya saja Amien tidak menyebut dengan gamblang sosok tokoh itu.
Hal itu dikatakan Amien dalam akun Instagram resminya, @AmienRaisOfficial. Dalam video bersurasi 1 menitan itu, Amien menyindir tokoh yang berubah posisi atau pilihannya itu keluar dari 'jalan Allah'.
Saudara-saudaraku, akhir-akhir ini, kita melihat sebagian umat. Bahkan sebagian tokoh membingungkan kita karena berpindah posisi dari posisi yang kita anggap sudah benar sesuai dengan hidayah Allah. Tiba-tiba pindah ke posisi lain yang membuat kita agak bertanya-tanya. Nah untuk mereka, kita doakan mudah-mudahan mereka kembali ke jalan hidayah, jalan yang dibimbing oleh Allah. Sementara kita sendiri, kita bentengi agar kita tidak ikut-ikutan," kata Amien yang melanjutkan dengan membaca sebuah doa dalam tradisi Islam.
Meski tak menyebut sosok yang disinggungnya, pengikut Amien di Instagram mengacu pada satu nama, yaitu Politisi Demokrat sekaligus Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi.
TGB mantap menyatakan mendukung Joko Widodo untuk kembali memimpin selama 2 periode. Meski Demokrat membantah jika pernyataan itu sebagai bagian dari pernyataan partai.
Ditemui wartawan di Masjid Istiqlal, Minggu (8/7/2018) kemarin, TGB beralasan sikapnya untuk mendukung Jokowi adalah pernyataan pribadi. Menurut dia, Jokowi memang layak untuk memimpin Indonesia selama 2 periode atau 10 tahun.
Di balik pernyataan TGB, dia mengaku belum membicarakannya dengan Demokrat. Dia bercerita sedikit mekanisme untuk mengambil keputusan di partai, yaitu lewat majelis tinggi partai. TGB merupakan salah satu anggota majelis itu.
"Ini sikap saya pribadi dan ajakan untuk kita melihat segala sesuatu secara proporsional," kata TGB.
Menurut TGB, kerja Jokowi dalam membangun inftasruktur patut diacungi jempol. Pembangunan yang sudah dijalankan Jokowi saat ini, menurutnya perlu dilanjutkan. Alasan itu lah yang membuat TGB yakin jika diberikan kesempatan 5 tahun lalu jadi presiden, pembangunan akan merata.
Baca Juga: TGB Dukung Jokowi, Partai Demokrat Sangkal Bermain Dua Kaki
"Sekarang perkerjaan sedang luar biasa, dan cukup pantas untuk memberikan kesempatan pada beliau menuntaskan seluruh yang dikerjakan dari Sabang sampai Marauke," kata dia.
Tak terkait pemeriksaan KPK
Jumat (6/7/2018) lalu, TGB juga ditanya soal alasan politis mendukung Jokowi. Apakah ada kaitannya dengan pemeriksaan KPK soal penjualan saham PT Newmont Nusa Tenggara? Klaim TGB, tidak ada.
"Tidak ada sangkut pautnya keputusan saya mendukung pemerintahan saat ini untuk periode selanjutnya dengan persoalan eksternal, baik itu terkait dengan KPK, Demokrat maupun masalah lainnya," kata TGB saat itu di Mataram.
Ia mengatakan, dukungan kepada Jokowi murni sebagai keputusan pribadi dan tanggung jawab sebagai anak bangsa.
"Saya telah mengamati situasi perpolitikan nasional selama empat tahun belakang ini. Dalam pandangan saya, gesekan dan polarisasi umat dengan menggunakan sentimen agama semakin mengkhawatirkan," katanya.
Karena itu, menurutnya, dalam dunia politik sentimen agama tidak boleh dilakukan, sentimen agama tersebut bisa dimanfaatkan untuk kemanfaatan umat. Gubernur NTB dua periode ini juga menyatakan belum pernah berkomunikasi dengan Partai Demokrat terkait pernyataannya tersebut, termasuk dengan Dewan Muttasyar Nandlatul Wathan (NW).
Karenanya, ia kembali menegaskan bila keputusannya mendukung Jokowi dua periode sebagai pernyataan pribadi dan tidak terkait dengan sejumlah persoalan lain.
Berita Terkait
-
TGB Dukung Jokowi, Partai Demokrat Sangkal Bermain Dua Kaki
-
Dukung Jokowi 2 Periode, Moeldoko Nilai TGB Lihat Sisi Prestasi
-
TGB Blak - blakan Alasan Dukung Jokowi di Pilpres 2019
-
Zulkifli Hasan Buka Suara soal TGB Dukung Jokowi di Pilpres 2019
-
Zulhas Sebut Ada Ulama Mudah Ubah Pilihan Politik Jelang Pilpres
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut
-
Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi
-
Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan
-
Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi
-
KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok
-
Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng
-
Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen
-
Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi
-
Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat
-
833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar