Suara.com - Puluhan korban investasi bodong ramai-ramai mendatangi Markas Polisi Resort Kota Besar (Mapolrestabes) Surabaya, Selasa (10/7/2018). Kedatangan mereka untuk menanyakan kelanjutan proses penyidikan kasus investasi yang merugikan hingga miliaran rupiah.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran mengatakan, kasus dugaan penipuan ini masih dalam proses penyidikan.
Dalam kasus ini, polisi sudah memeriksa sebanyak enam saksi. Tiga orang dari korban dan tiga orang lain lagi dari pihak perusahaan.
"Hanya saja untuk terlapor Muslim, kami belum bisa memintainya keterangan. Sebab hingga saat ini kami masih mencari keberadaanya setelah surat panggilan kami tak direspons," kata Sudamiran.
Untuk diketahui, puluhan korban yang didominasi perempuan mendatangi gedung Satreskrim Polrestabes Surabaya. Mereka adalah korban investasi bodong yang dilakukan PT Mylva Inti Reksa di Jalan Raya Rungkut Madya. Perusahaan itu kini sudah tutup lantaran bangkrut.
Salah satu korban, Moulina Mas’udah (33) warga Jalan Sindo Jaya, Gresik mengatakan, kasus yang merugikan dirinya ratusan juta itu sudah dilaporkan sejak September 2017.
"Kami mendatangi penyidik setelah kami mendapat informasi ada salah satu manajemen yang diperiksa," kata Moulina.
Selain dirinya, ada 30 orang lagi yang menjadi korban investasi abal-abal tersebut. Jumlah kerugiannya variatif antara puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Menurut perempuan yang biasa disapa Ulin ini, dia seharusnya mendapatkan Rp 2,5 juta setiap bulannya. Dia mengaku sejak menyetorkan uangnya, ia hanya mendapatkan empat bulan saja keuntungannya.
Baca Juga: Tuduh Remas Payudara Wanita, 2 Bandit Beraksi di Tangerang
"Saya menerima uang transferan uang sebesar Rp 2,5 juta tiap bulan. Saya terima dari Februari sampai Mei dapat. Kemudian pada bulan Juni mulai macet," ujarnya.
Setelah setoran keuntungan tersebut mandek, Ulin mencoba menghubungi Muslim secara personal. Sebab Ulin juga harus bertanggung jawab terhadap uang milik saudaranya. Oleh Muslim, keuntungan yang belum dibayarkan akan dirapel usai lebaran lalu.
"Tapi setelah lebaran tidak ada kejelasan, bahkan saat saya mencoba menghubungi ia (Muslim) berkali-kali, nomor saya justru diblokir," kata Ulin.
Bersama keluarganya, Ulin kemudian mendatangi kantor PT Mylva yang ada di kawasan Jalan Raya Rungkut Madya. Rupanya kantor tersebut dalam kondisi kosong. Bukannya ketemu Muslim, Ulin justru bertemu dengan belasan korban lain.
"Setelah itu, kami melaporkan kasus ini ke Polrestabes Surabaya, dan hingga saat ini kami masih menunggu prosesnya berjalan," pungkasnya. (Achmad Ali)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi
-
Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah
-
Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya
-
BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya
-
36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan
-
Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan
-
SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia
-
Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran
-
Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman