Suara.com - Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar menceritakan ada tiga karyawan sedang menginap saat terjadi ledakan di PT. Provalindo Nusa & KJPP Febriman Siregar Dan Rekan diduga karena kebocoran tabung gas di komplek ruko Grand Wijaya Centre, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/7/2018) pagi. Mereka lolos dari maut.
Indra mengatakan ketiga karyawan itu memang tengah menunggu ruko tersebut.
"Ada 3 orang di dalam memang menunggu ruko tersebut," kata Indra saat ditemui di lokasi, Kamis (12/8/2018) siang.
Dari hasil pemeriksaan, kata Indra, saat tabung gas berukuan 12 kilogram itu meledak, ketiga karyawan sedang berada di lantai 4 kantor konsultan properti tersebut. Bahkan, kata Indra, ketiga mengakut kaget hingga terbangun dari tidur setelah mendengar ledakan tersebut.
"Yang jelas pada saat ledakan, mereka juga kaget," katanya.
Karena berada di lantai atas bangunan, nyawa ketiga karyawan itu selamat. Ketiganya pun langsung menyelamatkan diri keluar bangunan kantor tersebut.
"Alhamdulillah mereka selamat karena mereka ada di lantai paling atas," katanya.
Setelah ledakan, ketiga karyawan yang bernama Pulonggono (40), Aryuda (33), dan Kasbi (22) kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk diperiksa sebagai saksi.
"Itu yang lagi kita periksa yang bersangkutan," kata Indra.
Baca Juga: Ledakan Ruko Grand Wijaya, Polisi Angkut Tabung dan Kompor Gas
Akibat ledakan itu, sebanyak 11 bangunan dan sebuah mobil mengalami rusak. Ledakan itu juga mengakibatkan dua pedagang kaki lima mengalami luka-luka akibat serpihan kaca.
Dugaan sementara, ledakan tabung gas 12 kilogram itu dipicu karena percikan akibat korsleting instalasi listrik di kantor konsultan properti tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!
-
China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar
-
China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!
-
Kerugian Iran Tembus Rp4.300 Triliun, Garda Revolusi Siapkan Serangan Balasan ke AS-Israel
-
Sekjen PBB: Sudah Saatnya Israel dan Lebanon Bekerja Sama