Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berjanji akan menambahkan subsidi untuk program pangan Pemerintah Provinsi DKI. Tapi Sandiaga menuding keinginan Pemprov diganjal oleh DPRD DKI Jakarta.
Sebab, Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi belum mau menandatangani Laporan Kerja Pertanggungjawaban APBD 2017 yang diajukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beberapa waktu lalu. Hal ini berkaitan dengan tingginya harga telur di pasaran yang kini sudah mencapai harga Rp 30.000 per kilogram.
Padahal, apabila LKPJ tersebut sudah ditandatangani, maka Pemprov DKI bisa merumuskan APBD-P dan memasukan anggaran subsidi program pangan tersebut. Oleh karena itu, Sandiaga menyampaikan untuk tidak mempersulit proses pembangunan DKI.
"Jangan sampai menunda proses pembangunan dan jangan sampai rakyat menjadi terdampak negatif. Itu pesan untuk semua," kata Sandiaga di Hotel Santika Premiere Slipi, Jakarta Barat, Kamis (19/7/2018).
Pesan Sandi berlandaskan pada keinginannya untuk menjamin warga DKI yang memiliki Kartu Jakarta Pintar (KJP) bisa memperoleh program pangan murah.
"Dan kita lagi menyiapkan penambahan subsidi seandainya harga ini tetap stubborn di angka sekarang Rp 30.000 ke atas untuk telur," ucapnya.
Terkait dengan keputusan Prasetio yang enggan menandatangani LKPJ Pemprov DKI 2017, Sandi mengakui siap untuk memberikan penjelasan.
"Dan kita siap karena ini kan bagian dari proses legilasi dan bagaimana kita bisa sesuai dengan perundang-undangan," kata Sandiaga.
Sandi pun mengharapkan agar DPRD DKI segera mengesahkan atau menandatangani LKPJ itu sehingga tidak menyulitkan dirinya untuk memberikan yang terbaik bagi warga DKI.
Baca Juga: Sandiaga Uno: Pencopotan Pejabat DKI Jangan Dibuat Melodrama
"Harapan kita jangan sampai tertunda dan (akhirnya) masyarakat yang terdampak secara negatif tidak bisa menikmati pangan murah," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Ada Lurah yang Pungli, Anies Baswedan: Akan Kami Pecat
-
Ketua DPRD Jakarta: Banyak Lurah Pungli sampai Rp 200 Juta
-
DPRD Saran Anies Kasih Tempat kepada Lima Wali Kota yang Dicopot
-
Banyak Temuan, Anies Baswedan Janji Ikuti Rekomendasi BPK
-
Berpotensi Rugikan Negara, DPRD Soroti Temuan BPK di Pemprov DKI
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Tak Cukup Dipenjara, Migrant Watch Desak Mafia TPPO Dimiskinkan Lewat Jerat TPPU
-
Survei LPI: Jokowi Jadi Magnet Dongkrak Citra Positif PSI
-
Audiensi Buntu, BEM DIY Sebut DPR Tak Lagi Representasi Rakyat
-
Dukung MBG, Relawan di DIY Ajak Masyarakat Kawal Program: Harus Transparan dan Antikorupsi
-
ART Disiksa di Johor, Majikan Nakal Malaysia Terlalu Dimanjakan
-
Sandiwara Berdarah di Menteng, Komisaris Wanita Rekayasa Perampokan Demi Habisi Dirut
-
Cerita Rampok 500 Gram Emas Rekayasa! Rekan Bisnis di Menteng Siksa dan Tusuk Korban karena Dendam
-
Kantor Imigrasi Denpasar Digeledah KPK, Buntut Skandal Eks Wamen Silmy Karim
-
Ribuan Jemaah Serbu Monas untuk Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi
-
Perwakilan Massa Mahasiswa Akhirnya Diterima Pimpinan DPR, Audiensi Digelar Tertutup