Suara.com - PDI Perjuangan melihat adanya kemungkinan Jusuf Kalla dapat duet kembali dengan calon presiden Joko Widodo di Pemilihan Presiden 2019 nanti. Kini, JK tengah mengupayakan kesempatan itu dengan menggugat syarat cawapres Undang-Undang Pemilu ke Mahkamah Konstitusi.
Politisi PDIP Masinton Pasaribu menjelaskan bahwa semua tokoh yang digadang-gadang bakal mendampingi Jokowi di Pilpres masih memiliki peluang yang sama, termasuk JK.
"Kalau kemungkinan pasti ada lah. Politik ini kan dinamis. Ini (gugatan) sedang diajukan (ke MK). Nama beliau juga ada dalam berbagai survey," kata Masinton Pasaribu, saat ditemui di daerah Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/7/2018).
Anggota Komisi III DPR RI itu memastikan bahwa telah ada komunikasi antara JK dan Jokowi perihal langkah politik JK yang menggugat frasa dalam pasal Pasal 169 huruf n Undang-Undang Pemilu.
Pasal tersebut berbunyi calon presiden dan calon wakil presiden adalah belum pernah menjabat presiden atau wakil presiden selama dua kali masa jabatan dalam jabatan yang sama. Penggugat meminta frasa 'selama dua kali dalam masa jabatan yang sama' dibatalkan oleh MK.
"Saya nggak tahu detail. Tapi tentu pastilah beliau berkomunikasi dan itu juga disampaikan terbuka kan oleh media. Jadi bukan yang dilajukan secara sembunyi-sembunyi," jelasnya.
Namun, Masinton belum mengetahui apakah nama JK sendiri masuk ke dalam kantong kandidat cawapres pilihan Jokowi.
"Saya belum tahu. Belum dikerucutkan masih di sakunya Pak Jokowi. Tapi kalau Pak Jokowi harus kita lanjutkan dua periode," ujarnya.
Baca Juga: Mobil Neno Warisman Terbakar di Rumah
Berita Terkait
-
Undangan Diantar Langsung ke Sumber Solo, Jokowi Pastikan Hadir di Sidang Tahunan MPR
-
SBY Absen Upacara di Istana, Jokowi-Megawati Hadir?
-
Jokowi Masih 'Lengket' di Hati Rakyat, Akankah Jadi Bayang-bayang bagi Pemerintahan Prabowo?
-
Gus Yaqut Tegaskan Kuota Haji Tambahan 20 Ribu Adalah Instruksi Langsung Jokowi
-
Soroti Era SBY dan Jokowi, Purbaya Sebut Mesin Ekonomi Indonesia Pincang Selama 20 Tahun
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali