Suara.com - Terbongkarnya jaringan bisnis penjualan sabu di dalam Lapas Mata Merah, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), juga menguak bisnis haram tersebut yang dilakoni oleh keluarga.
Dalam penguakan kasus tersebut, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel mengamankan Herman (53), napi penghuni Lapas Mata Merah.
Ironisnya, selama menjalankan aksi, Herman mengendalikan bisnis sabu bersama kedua anak kandungnya, Nabila (20) dan Idham (28), sebagai kurir untuk mengantarkan pesanan sabu dari luar sel.
Baca Juga: Catatkan Rekor 6000 Poin, Ini Kata Valentino Rossi
Nabila ditangkap di kawasan Jalan Tasik Palembang usai dipancing petugas yang melakukan penyamaran dengan barang bukti sebanyak 370 gram sabu dalam empat paket besar.
Dari Nabila, pengembangan kembali dilakukan hingga kakaknya Idham juga ditangkap saat sedang berada di rumah Jalan Talang Kerangga, Lorong Langgar nomor 871, RT 14/5, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang bersama barang bukti 300 butir ekstasi dan 7,16 gram sabu.
Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara mengatakan, gerak-gerik Herman sudah diketahui sejak empat bulan terakhir.
Selama penyelidikan, ternyata diketahui jika jual beli serbuk putih tersebut dijual di Lapas Merah Mata.
"Kedua tersangka yang merupakan anak napi ini menjadi kaki tangan ayahnya untuk menjadi pengedar. Mereka mengantarkan barang atas intruksi Herman," kata Zulkarnain, saat gelar perkara di halaman Mapolda Sumsel, Senin (6/8/2018).
Zulkarnain menjelaskan, modus yang digunakan Herman yang menelpon Nabila atau Idham jika ada pesanan yang masuk.
Herman menyelipkan ponsel dari balik jeruji untuk menerima pesanan dari para pengedar yang ada di Palembang.
"Seluruh barang bukti sabu dibeli dari Aceh dan diterima oleh kedua anaknya. Jika ada yang pesan, kedua anaknya ini yang mengantarkan barang (sabu)," jelasnya.
Polisi menduga jaringan narkoba dari balik lapas ini melibatkan dua orang pegawai setempat.
Baca Juga: Malaysia Tak Punya Kewenangan Putuskan Penggunaan Barracuda di Asian Games
Dugaan itu muncul lantaran Herman yang kini sebagai napi dapat memegang ponsel, meskipun sedang menjalani masa tahanan.
Berita Terkait
-
Nyanyian Mantan Kasat Narkoba Seret Kapolres Bima Kota: Setoran Rp1 M Berujung Penonaktifan
-
Tak Berkutik! Detik-detik Penangkapan Dua Pria Pembawa Ribuan Ekstasi di Jakarta Barat
-
Perempuan Sabu Raijua, Penjaga Tradisi dan Motor Ekonomi Gula Semut
-
Gila! Edarkan Sabu dari Rumah Dinas, Kasat Narkoba Polres Dipecat
-
Terbongkar Lewat Paket Ekspedisi, Ganja 2 Kg Siap Edar di Depok Digagalkan Polisi
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Fakta Baru CCTV: Korban Kecelakaan Maut Transjakarta di Pondok Labu Sempat Sempoyongan
-
Fokus Kerja Dulu: Meski Didukung Relawan, Prabowo Kirim Pesan Mengejutkan Jelang Pemilu 2029
-
Jadwal Mudik Gratis Pemprov Jakarta, Perjalanan Balik ke Ibukota Juga Gratis
-
Detik-Detik Mengerikan! Tembok Pagar Raksasa Ambruk di SMPN 182 Kalibata, Kok Bisa?
-
BMKG: Cuaca Hari Ini Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Hampir di Semua Daerah
-
Diversifikasi Kearifan Lokal Desa Citengah dalam Pengembangan Desain Batik
-
Bisakah Sea Farming Berbasis Adat Menyelamatkan Ekonomi Nelayan Pesisir?
-
Indonesia Hadapi Tiga Krisis Lingkungan: Apa Dampaknya dan Apa yang Bisa Dilakukan?
-
Cerita Rocky Gerung Bantu Prabowo 'Serang Balik' Jokowi lewat Buku Francis Fukuyama
-
PDIP Soroti Prajurit TNI di Bawah Kendali BOP: Beresiko Tinggi Secara Politik Maupun Militer