Suara.com - Sebuah rekaman video terkait alumni Universitas Indonesia (UI) tengah ramai dan viral di media sosial. Dalam video tersebut Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin tengah bersama alumni UI menyatakan dukungan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Menanggapi video tersebut, Kepala Kantor Humas dan KIP Universitas Indonesia, Rifelly Dewi Astuti menyatakan, bahwa UI bebas dari segala bentuk politik praktis.
Ia mengatakan, sudah mengeluarkan surat resmi dengan nomor 537/ UN2.R2.4/HMI.04 Informatika/2018 yang menyatakan, Universitas Indonesia bebas dari segala bentuk politik praktis.
"UI adalah perguruan tinggi yang bebas dari segala bentuk politik praktis. Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang RI nomor 12 tahun 2012 pada penjelasan Pasal 8 ayat 1 yang menyatakan bahwa Pendidikan Tinggi terbebas dari pengaruh politik praktis," kata Astuti dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Selasa (7/8/2018).
Statuta Universitas Indonesia juga menekankan bahwa dalam menjalankan misi utama Tridharma Perguruan Tinggi yang berasas kebenaran ilmiah dan kebhinekaan. Maka UI harus bebas dari pengaruh politik.
“UI harus bebas dari tekanan dan kontaminasi apapun termasuk kekuatan politik,” tegasnya.
Jika terdapat pihak-pihak yang menyebutkan bahwa Universitas Indonesia mendukung partai atau tokoh politik tertentu maka hal tersebut bukanlah pernyataan dan bentuk dukungan resmi UI.
"UI mengingatkan dan mengimbau segenap sivitas akademika dan warga UI termasuk para alumni UI untuk menyampaikan hak konstitusionalnya atas nama pribadi dan tidak menggunakan nama besar institusi UI," ungkapnya.
Ia juga menghimbau civitas Universitas Indonesia menciptakan lingkungan kampus yang bersih dari segala unsur politik. Selain itu, civitas akademika diminta mendukung pelaksanaan politik negeri yang bersih, jujur dan adil. (Supriyadi)
Baca Juga: Valentino Rossi Akui Hasil Tes di Brno Tak Signifikan bagi Yamaha
Kontributor : Supriyadi
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis