- Volume penumpang Stasiun Gambir melonjak signifikan menjelang Idulfitri 2026, mencapai puncak pada Rabu (18/3/2026).
- Peningkatan arus mudik berdampak positif signifikan pada peningkatan pendapatan harian para porter di stasiun tersebut.
- Para porter bekerja dalam sistem shift 24 jam dan dituntut menjaga keramahan meskipun beban kerja fisik berat.
Suara.com - Volume penumpang di Stasiun Gambir mulai mengalami eskalasi yang sangat signifikan menjelang hari raya Idulfitri tahun 2026 ini.
Kepadatan arus keberangkatan masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman terpantau sudah mulai terjadi sejak beberapa hari yang lalu.
Kepala Porter Stasiun Gambir, Achmad, mengonfirmasi bahwa hari Rabu (18/3/2026) ini merupakan titik kulminasi atau puncak dari arus mudik di stasiun.
"Puncaknya itu kemarin dari Humas KAI, penumpang yang hari Sabtu itu sekitar 18 ribu sekian. Hari ini juga 18 ribu sekian, khusus yang di Gambir," papar Achmad.
Lonjakan jumlah penumpang ini membawa implikasi positif terhadap kondisi finansial para porter yang bertugas di area stasiun.
Pendapatan harian para pejuang nafkah ini mengalami peningkatan pesat jika dibandingkan dengan hari-hari operasional biasa di luar musim mudik.
Jika biasanya mereka membawa pulang uang dalam jumlah standar, kini kantong mereka jauh lebih tebal berkat antusiasme para pemudik.
"Kalau peningkatan sih, alhamdulillah ya, yang biasanya mungkin kami dapat satu giliran, satu giliran kan hitungannya berarti dua hari kerja, kalau satu giliran biasa dapat bersihnya Rp200 ribu, ini mungkin bisa nyampai Rp300 sampai Rp400 ribu," ungkap Achmad penuh syukur.
Meski pendapatan meningkat, beban kerja yang harus dipikul para porter pun menjadi jauh lebih berat secara fisik.
Baca Juga: Menaker Soal Urbanisasi: Boleh Datang, Tapi Harus Siap Bersaing
Mereka harus bersiap melayani gelombang penumpang dengan durasi jam kerja yang sangat panjang tanpa henti.
"Kami shift-nya itu 24 jam kerja, dari jam 8 pagi sampai besok pagi jam 8 pagi. Itu 120 orang," kata Achmad menjelaskan pola kerja mereka.
Ketahanan mental juga menjadi faktor krusial karena mereka dituntut untuk selalu ramah terlepas dari masalah pribadi yang dialami.
"Ya sebisa mungkin kami harus bisa melayani lah, walaupun kadang kan nggak tahu ya, bebannya di rumah seperti apa. Tapi kami harus tetap tersenyum di depan penumpang," pungkas Achmad.
Bagi Achmad dan rekan-rekannya, momen mudik adalah waktu untuk mendedikasikan tenaga demi kelancaran perjalanan orang lain meski mereka sendiri harus menunda kerinduan pada keluarga.
Termasuk untuk Achmad sendiri, yang di mudik tahun ini harus bertugas dan tidak kembali ke kampung halamannya di Blora, Jawa Tengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Setop Jadi Konten Kreator Saat Tugas, Mabes Polri Larang Anggota Live Streaming di Medsos!
-
Jakarta Dikepung Banjir: 115 RT Terendam, Ketinggian Air di Jaksel Tembus 2,4 Meter!
-
UMKM RI Terjebak 'Simalakama': Pintar Produksi Tapi Gagal Jual Gara-gara Gempuran Barang Impor!
-
Kontroversi Perayaan Ulang Tahun Menteri Israel, Pakai Kue Bentuk Tali Hukuman Gantung
-
Habib Rizieq Tuding 'Jenderal Baliho' Pengaruhi Prabowo Soal Yaman, Dudung: Tidak Usah Didengerin!
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi
-
Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi
-
Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi
-
Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah