Suara.com - Ada kisah unik saat bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno Jumatan di Masjid Jami Al Makmur Cikini, Jakarta Pusat, seusai mengikuti upacara HUT ke-73 Kemerdekaan RI di Universitas Bung Karno, Jumat (17/8/2018).
Sandiaga Uno menuturkan, dirinya sebenarnya ingin salat Jumat di Masjid Jami Matraman, Jalan Peganggsaan Timur, Jakarta Pusat. Tapi, karena salah informasi, maka di Masjid Jami Al Makmur Cikini. Karena itu pula ia mengakui gagal melakukan pencitraan.
"Tadinya mau pencitraan, seusai puacara HUT Kemerdekaan RI, mau salat Jumat di Masjid Jami Matraman. Masjid itu tempat Bung Karno salat Jumat usai memproklamasikan kemerdekaan. Ternyata salah informasi, akhirnya ke sini deh,” tutur Sandiaga di kawasan Cikini, Jumat siang.
Ia lantas menceritakan, Masjid Jami Matraman adalah masjid tempat salat Jumat pertama dilaksanakan saat Indonesia menapaki masa kemerdekaan. Bung Karno dan sejumlah tokoh bangsa Jumatan di masjid tersebut seusai proklamasi pada beberapa jam sebelumnya.
"Pada masjid itu, proklamator bersujud sehabis salat Jumat, memohon ridha atas kemerdekaan kepada Allah SWT. Dalam doa mereka, mungkin memohon kekuatan agar menunaikan akad janji kemerdekaan," ucap Sandiaga.
Namun, Sandiaga tak terlampau kecewa salat Jumat di Masjid Jami Al Makmur Cikini. Sebab, masjid tersebut juga bersejarah, yakni peninggalan pelukis legendari Raden Saleh Sjarif Boestaman
”Ya saya memang gagal pencitraan karena kendala teknis. Tapi Masjid Jami Al makmur ini amat bersejarah juga, sudah ada sejak 1860, didirikan Raden saleh bersama ulama dan warga 150 tahun yang lalu. Rakyat urunan beras, urunan tenaga, bekerja keras membangun lalu membongkar Masjid Al makmur yang kini menjadi cagar budaya,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok