Suara.com - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie menilai, pembatasan Menteri Keuangan Sri Mulyani masuk sebagai Tim Sukses bakal capres dan cawapres Jokowi - Maruf Amin sebagai keputusan yang tepat.
“Saya mendukung keputusan itu. Sudah benar, karena ekonomi Indonesia kekinian dalam tantangan yang besar. Ada banyak persoalan yang perlu fokus perhatian dari Ibu Sri Mulyani, semisal situasi ekonomi global dan kekuatan nilai Rupiah terhadap Dolar yang melemah,” kata Grace Natalie di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Selasa (21/8/2018).
Sebagai Menkeu, kata Grace, Sri Mulyani adalah salah satu sosok kunci dalam kabinet Jokowi sehingga lebih baik fokus menjalankan tugasnya saja.
Kalau Sri Mulyani merangkap menjadi juru kampanye Jokowi – Maruf Amin, dan sisa waktu kerja efektif kabinet hanya tinggal 7 bulan ke depan, dikhawatirkan fokusnya terpecah.
“Berbeda cerita kalau dia anggota partai dan partainya mendukung Jokowi. Tapi kalau dia dari kalangan profesional, maka lebih baik fokus bekerja,” tandasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi
-
Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!
-
China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar
-
China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!