Suara.com - Lembaga survei Alvara Research Center merilis hasil survei tingkat popularitas dua bakal cawapres di Pilpres 2019. Dari hasil survei itu, sosok Sandiaga Uno dinilai lebih populer dibandingkan dengan Ma'ruf Amin.
Direktur Eksekutif Alvara Research Center Hasanuddin Ali mengatakan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada 12 hingga 18 Agustus 2018 lalu, Sandiaga berhasil meraih suara sebanyak 90,3 persen untuk tingkat popularitas. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Maruf yang memperoleh 86, 5 persen.
"Selisihnya sedikit sekali hanya 3,8 persen saja. Sementara untuk capresnya, Joko Widodo (Jokowi) lebih unggul dengan perolehan tingkat popularitas 99,9 persen, dan Prabowo Subianto sebesar 99 persen," kata Hasanuddin di Hotel Oria, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (26/8/2018).
Untuk tingkat elektabilitas, cawapres Maruf lebih unggul sedikit dibandingkan dengan Sandiaga, yakni memperoleh 45,3 persen. Sementara Sandiaga hanya memperoleh elektabilitas sebesar 43,1 persen.
Kendati demikian, tingkat elektabilitas Sandiaga di kalangan generasi Z usia 17 - 21 tahun jauh lebih tinggi dibandingkan Ma'ruf Amin. Sandiaga berhasil memperoleh elektabilitas sebesar 50,6 persen di kalangan generasi Z, sementara Ma'ruf Amin hanya memperoleh 40,1 persen.
"Ma'ruf unggul hampir di semua kelompok pemilih usia dari muda hingga tua. Namun, selisih angkanya tidak terlalu jauh sehingga potensi Sandiaga untuk mengejar masih terbuka lebar," tutur Hasanuddin.
Survei yang dilakukan oleh Alvara Research Center dilakukan terhadap 1.500 responden berusia 17 tahun ke atas dari 33 provinsi di Indonesia pada 12 hingga 18 Agustus 2018. Metode yang digunakan dalam survei ini adalah multi stage random sampling dengan margin of error sebesar 2,53 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.
Berita Terkait
-
3 Kunci Kemenangan Pilpres 2019, Siapa Menang?
-
Survei Alvara: Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Ungguli Prabowo-Sandi
-
Keinginan Terakhir Sandiaga Sebelum Diberhentikan dari Wagub DKI
-
#2019GantiPresiden Banyak Penolakan, Sandiaga: Beralih ke Digital
-
Neno Warisman Tersandera di Riau, Apa Komentar Sandiaga Uno ?
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
-
MSCI Buka Suara Usai Diskusi dengan BEI, OJK dan KSEI Perihal IHSG
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
Terkini
-
Ada MBG Berbasis Komunitas di Purwakarta, Perempuan Diminta Jadi Pengelola Gizi Keluarga
-
Rocky Gerung Sindir Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Kritis: Tanda Pemerintah Sedang Cemas?
-
Pompa Saja Tak Cukup! Pramono Kaji Pembangunan 'Jalan Melayang' untuk Atasi Banjir Daan Mogot
-
Hasto Kristiyanto Ungkap Alasan PDIP Tetap Pertahankan Ambang Batas Parlemen
-
Lawan Banjir Daan Mogot, Pramono Anung Siapkan Pompa Stasioner Berkapasitas 7 Kali Lipat
-
Prabowo Sentil Bali Kotor, Gubernur Wayan Koster: Sampah Kiriman dari Luar Daerah
-
Politik Luar Negeri Versi Prabowo: Tak Ikut Blok Mana Pun, Harus Siap Hadapi Dunia Sendiri
-
Kasus Dugaan Penghinaan Suku Toraja Naik Penyidikan, Status Hukum Pandji Tunggu Gelar Perkara
-
Semeru Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 700 Meter di Atas Puncak
-
Keluarga Habib Bahar Balik Lapor, Istri Anggota Banser Korban Penganiayaan Dituding Sebar Hoaks