Suara.com - Ketua Umum Relawan Nasional Prabowo-Sandiaga (RN PAS) Eggi Sudjana menilai sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melanggar Undang Undang Dasar 1945. Hal itu lantaran Jokowi telah melakukan diskriminasi terhadap artis lawas Neno Warisman dengan memerintahkan aparat menyanderanya selama 7 jam di Bandara Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau.
Sebelumnya, Neno akan melakukan deklarasi tagar #2019GantiPresiden di Pekanbaru, Riau pada Sabtu (25/8/2018). Namun, sesaat setelah tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Neno diadang oleh warga setempat yang mrnolak kedatangan Neno.
Akhirnya, Neno tertahan di dalam mobil selama 7 jam, hingga mobil yang berisi Neno itu juga dilempari menggunakan botol air. Aparat kepolisian yang berada di lokasi tak mampu melerai aksi anarkis warga sekitar dan memulangkan Neno kembali ke Jakarta.
Eggi mengatakan, Neno juga merupakan warga negara Indonesia yang memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan secara hukum. Namun, ia tidak mendapatkan haknya secara utuh, justru mendapatkan persekusi dari aparat kepolisian.
"Neno itu rakyat Indonesia yang juga harus dilindungi tapi justru tidak mendapatkan itu. Sementara tempat lain, punya kelompok lain sangat diurus. Ini pilih kasih, sangat diskriminatif," kata Eggi saat ditemui di Posko RN PAS, Matraman, Jakarta Pusat, Senin (27/8/2018).
Eggi menuding, aparat kepolisian juga telah berlaku tidak adil dan sengaja mempersulit Neno untuk menggelar deklarasi #2019GantiPresiden. Padahal, seharusnya setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi di hadapan umum.
Meskipun terus mendapatkan penolakan, ia mengklaim akan terus menghimpun kekuatan untuk terus melakukan deklarasi. Menurut Eggi, semua dilakukan demi keberlangsungan Indonesia yang lebih baik di kemudian hari.
"Kebebasan berserikat dan berpendapat sudah diatur dalam undang-undang, lalu kenapa kok dihalangi? Kenapa Neno sampai disandera 7 jam? Jokowi sudah melanggar UUD," tutupnya.
Baca Juga: Hindari Krisis Ekonomi, Warga Venezuela Kabur ke Perbatasan
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat