Suara.com - Terduga pelaku pembunuhan wanita asal Cina bernama Huang Shu Ping (awalnya ditulis Li Hui) dikabarkan sudah kabur dari Indonesia. Perempuan itu dibunuh saat menginap di salah satu kamar Hotel Time Out, Gambir, Jakarta Pusat.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Roma Hutajulu mengaku telah mendengar kabar dugaan pembunuh WN Cina itu sudah melarikan diri ke luar negeri.
"Hasil cek data perlintasan memang begitu. Kami masih melakukan pendalaman apakah itu tersangka. Kami akan mencari data di imigrasi dan data penerbangan. Kami lakukan penyelidikan siapa pelaku ini siapa," kata Roma saat dikonfirmasi, Senin (3/9/2018).
Terkait dugaan kaburnya pelaku, Roma mengaku telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkum HAM untuk menelisik keberadaan terkini pelaku yang telah menghabisi nyawa Huang Shu Ping.
"Kami akan cari data ke imigrasi dan data penerbangan. Kami akan lakukan penyelidikan siapa pelaku ini," ujarnya lagi.
Selain itu, aparat Polres Metro Jakarta Pusat juga akan meminta bantuan Sekretaris National Central Bureau, Interpol Indonesia untuk bisa mencari tahu persembunyian terduga pembunuh yang dikabarkan telah ke luar negeri itu.
"Kami koordinasi pihak Bareskrim dan Intepol Mabes Polri," kata Roma.
Terkait kasus ini, polisi pun belum mendapatkan titik terang kasus pembunuhan WN Cina yang ditemukan tewas bersimbah darah di kamar 202, Hotel Time Out, Gambir pada Minggu (26/8/2018).
"Kami tak bisa menggali dari si korban karena saksi tak ada yang kenal korban, tapi kami akan dalami terus," tandasnya.
Baca Juga: Bawaslu Loloskan Bacaleg Eks Koruptor karena Alasan HAM
Berita Terkait
-
Cegah Wabah Demam Babi Afrika, Cina Bantai 38.000 Babi
-
Unik : Selain Mengemudi, Sopir Bus ini Merangkap Biro Jodoh!
-
Jack Ma Dulu Guru Miskin, Kini Hartanya Tembus Rp 570 Triliun
-
Bunuh Suami karena Main Serong, Suciati Divonis 7 Tahun Bui
-
Dicari, Pria Bermasker Pembunuh Wanita Tionghoa Li Hui di Gambir
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
Terkini
-
Kolegium Dokter Harus Independen! MGBKI Kritik Kemenkes 'Kaburkan' Putusan Penting Ini
-
Wamensos Beberkan Rincian Bantuan Bencana Sumatra: Santunan Rp15 Juta hingga Modal Usaha Rp5 Juta
-
Kemensos Gelontorkan Rp13,7 Miliar Tangani Puluhan Bencana di Awal Tahun 2026
-
Kemensos Catat 37 Kejadian Bencana di Awal 2026, Banjir Masih Jadi Ancaman Utama
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
-
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan dalam Kasus e-KTP, KPK: Tidak Hambat Proses Ekstradisi
-
Epstein Files Meledak Lagi: Deretan Nama Besar Dunia Terseret, dari Trump sampai Bos Teknologi
-
Pemerintah Nilai Tak Ada Resistensi RI Gabung BoP, Sebut Cuma Beda Pendapat
-
MGBKI Dukung Putusan MK soal Kolegium Dokter Spesialis, Tegaskan Independen dan Berlaku Langsung
-
Perluasan Digitalisasi Bansos di 41 Daerah, Gus Ipul: Transformasi Bangsa Mulai Dari Data