Suara.com - Hingga kini nama ketua Tim Pemenangan pasangan Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno belum juga diumumkan. Sebelumnya santer diberitakan nama mantan Panglima TNI Djoko Santoso disebut-sebut menjadi ketua tim pemenangan tersebut. Ketimbang bicara tim sukses, Prabowo lebih pilih soroti masalah ekonomi Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Prabowo mengatakan yang menjadi konsentrasi dari koalisinya adalah masalah ekonomi. Meski begitu, Persamuhan di tubuh koalisi Prabowo-Sandiaga juga tetap melakukan pembahasan terkait tim pemenangannya.
"Jadi kita sudah menjadi koalisi, jadi atas saran dari berbagai macam pihak minta pada saya untuk segera menyelenggarakan pertemuan semacam ini untuk kita bahas secara ilmiah, secara rasional keadaan yang dihadapi oleh rakyat kita sekarang. Masalah tim sukses itu adalah masalah yang menurut kami tetap berjalan," kata Prabowo di kediamannya di Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (7/9/2018).
Terkait permasalahan bangsa, khususnya ekonomi, Prabowo menyebutnya sebagai masalah yang paling fundamental dan kekinian. Selain itu, koalisi Prabowo-Sandi juga ingin membahas permasalahan tersebut dengan tenang dan dengan perhitungan yang tepat.
"Jadi dalam hal ini kita tadi punya pakar-pakar juga. Punya pelaku-pelaku ekonomi sehingga kita hasilkan seperti ini. Dan kita sudah sepakat pertemuan semacam ini akan lebih sering," tutur Prabowo.
Prabowo mengatakan urusan mengenai tim pemengangan hanyalah masalah teknis. Dirinya menyebut nantinya pada tanggal 20 September, pihaknya akan menyampaikan nama ketua tim pemenangan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Sekarang tanggal 7, masih lama 13 hari lagi. Dan kita sebetulnya sudah ada pertemuan-pertemuan terus. Sekjen dari 4 partai, bahkan 5 partai kumpul terus, terus di finalisasi, kemudian dilengkapi. Pada saat yang tepat akan kita umumkan tim sukses," jelasnya.
Lebih lanjut, Prabowo mengatakan urusan tim pemenangan adalah hal yang alamiah, artinya tetap berjalan tanpa perlu konfrensi pers secara resmi. Dirinya juga menyebut nama ketua tim pemenangan juga tidak asing terdengar.
"Kita tidak impor pemain dari mana-mana. Selain kita juga paket hemat, susah itu kalau transfer-transfer, agak susah kita," ujar Prabowo sambil tertawa.
Baca Juga: Misa Syukur Asian Games 2018 Dibanjiri Ribuan Umat
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Nyawa Melayang karena Rp10 Ribu, Cak Imin Sebut Tragedi Siswa SD di NTT Jadi 'Cambuk'
-
Nama Gubernur Khofifah Muncul di Sidang Korupsi Dana Hibah, Akan Jadi Saksi Besok
-
Memanas! Jet Tempur AS Tembak Jatuh Drone Iran yang Incar Kapal Induk USS Abraham Lincoln
-
Prakiraan Cuaca Jawa Barat 4 Februari 2026: BMKG Prediksi Hujan Siang Hari
-
Baru Dibuka, 22.494 Tiket Kereta H-1 Lebaran dari Jakarta Ludes Terjual
-
Tanggapan Mensos Soal Kematian Siswa SD di NTT: Ini Bukan Kasus Individual, Data Kita Bocor!
-
Di Forum Abu Dhabi, Megawati Paparkan Model Rekonsiliasi Damai Indonesia dan Kepemimpinan Perempuan
-
Megawati di Forum Abu Dhabi: Perempuan Tak Perlu Dilema Pilih Karier atau Keluarga
-
Kemenag Nilai Semarang Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, PRPP Jadi Lokasi Unggulan
-
Polda Bongkar Bukti CCTV! Pastikan Tak Ada Rekayasa BAP Kasus Penganiayaan di Polsek Cilandak