Suara.com - Pelarian Anto alias Limbad (22) sebagai buronan polisi atas kasus pembegalan ibu rumah tangga, berakhir sudah.
Selain ditangkap, Limbad juga terpaksa ditembak di bagian kakinya lantaran berusaha kabur dan merampas pistol polisi.
Kasus Limbad berawal pada tanggal 30 November 2017. Saat itu, pelaku bersama dua membegal Marerah Lawlah (30).
Marerah kala itu tengah berboncengan dengan anaknya yang masih berusia enam tahun di Jalan Cek Dam, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
Seusai mengadang, kawanan pelaku langsung memukul korban memakai kayu. Pukulan itu justru mengenai anak korban yang duduk di posisi depan. Anak itu mengalami luka parah di bagian wajah. Lalu, pelaku merampas sepeda motor korban.
Dua pelaku dibekuk polisi tak lama seusai kejadian. Sedangkan Limbad ditangkap di tempat persembunyiannya di Desa SP 7, Kecamatan Nibung, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumsel, beberapa hari lalu.
Kapolsek Lubuklinggau Barat Iptu Sofian Hadi mengatakan, pelaku ditembak karena berusaha melawan saat menunjukkan TKP dan barang bukti. Pelaku termasuk komplotan begal motor yang sadis saat beraksi.
"Pelaku buronan kami sejak lama, kami ketahui keberadaannya langsung diciduk," ungkap Sofian, Senin (17/9/2018).
Ia menjelaskan, tersangka kekinian telah ditahan dan dikenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana di atas lima tahun penjara. Barang bukti diamankan satu unit sepeda motor yang digunakan saat beraksi.
Baca Juga: Tersiram Air Pemuda yang Ulang Tahun, Adi Yudha Tewas
Kontributor : Andhiko Tungga Alam
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC