Suara.com - Lakukan sosialisasi hingga ke daerah terpecil merupakan bagian dari komitmen untuk menghapus segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak yang bukan hanya menjadi komitmen Indonesia, tetapi juga telah menjadi komitmen dunia.
Memutus mata rantai kekerasan sudah pasti bukanlah hal yang mudah, bukan pula kerja sendiri pemerintah. Peran seluruh elemen masyarakat menjadi kunci.
Salah satunya dimulai dari lingkungan terkecil yakni keluarga, dengan mencegah dan menghentikan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
“Kekerasan yang terjadi dalam keluarga, memiliki dampak serius. Anak-anak berpotensi besar akan meniru perilaku yang dilakukan atau ditunjukkan oleh orangtuanya. Faktanya, banyak pelaku kekerasan berasal dari mereka yang juga memiliki masa lalu pernah mengalami kekerasan,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Pencegahan KDRT dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur baru-baru ini.
Menteri Yohana yang didampingi Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan, Vennetia R Danes juga menambahkan, selain KDRT, salah satu bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak yang hingga kini masih banyak terjadi adalah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Termasuk di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur yang berbatasan dengan negara lain. Kondisi ini menyebabkan penduduk Berau berpotensi menjadi korban TPPO, terutama kelompok perempuan dan anak.
Sebab, korban paling banyak biasanya dari daerah 3T (terluar, terpencil, tertinggal) yang rawan sebagai daerah asal terjadinya TPPO.
“Kita membentuk perilaku anak itu mulai dari keluarga, sehingga perlu memberi contoh yang baik, tidak dengan sentuhan kekerasan. Kegiatan ini juga selalu menyasar kelompok muda, agar mereka punya bekal sebelum membentuk keluarga di kemudian hari. Harapannya, kegiatan sosialisasi ini mendorong masyarakat di wilayah Berau untuk lebih berpartisipasi dalam pencegahan dan penanganan TPPO,” tegas Menteri Yohana melalui siaran pers yang diterima Suara.com.
Perempuan dan anak korban TPPO yang juga cukup banyak berasal dari Kab. Berau, disebabkan minimnya pemahaman masyarakat dan kepedulian mereka terhadap isu perdagangan orang. Hal itu pula yang mendorong Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melalui Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan, bersama Pemerintah Daerah Kab Berau menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan KDRT dan TPPO.
Baca Juga: Mantan Kapolda Jatim Resmi Pimpin TKD Jatim Jokowi - Maruf Amin
Sebab sesuai amanat Pasal 60 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, bahwa masyarakat juga terlibat dalam upaya pencegahan dan penanganan TPPO.
Besar harapan sosialisasi di daerah terpencil ini dapat menghapus segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak yang bukan hanya menjadi komitmen Indonesia, tetapi juga telah menjadi komitmen dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Pramono Sebut Kebun Binatang Ragunan Bakal Tutup Saat Hari Pertama Lebaran, Buka Kembali Lusa
-
Pramono Anung dan Bang Doel Bakal Salat Idul Fitri di Balai Kota, Khatib Diisi Maruf Amin
-
Klaim Angka Kecelakaan dan Fatalitas Turun, Kakorlantas: Mudik Aman, Keluarga Bahagia
-
Prabowo Ucapkan Selamat Idulfitri 1447 H, Ajak Perkuat Persatuan dan Bangun Indonesia Lebih Kuat
-
Puncak Mudik 2026 Terlewati, Polri: Naik 4,26 Persen dan Tetap Terkendali
-
Malam Takbir di Bundaran HI, Pramono: Pemprov Jakarta Ingin Hadirkan Ruang Aman dan Nyaman
-
Pengiriman Pasukan Perdamaian Indonesia ke Gaza Ditunda, Prabowo Tegaskan Bukan untuk Lucuti Senjata
-
Cerita Warga Pilih Takbiran di Bundaran HI, Ogah Mudik Gegara Takut Ditanya Kapan Nikah
-
Ucapkan Selamat Idulfitri, Prabowo Subianto Ajak Masyarakat Pererat Persatuan