Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah enggan berkementar lebih jauh perihal kader Partai Golkar yang membelot mendukung pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto -Sandiaga Uno.
Menurut Basarah, bukan menjadi ranahnya mengomentari dinamika yang terjadi di Partai Golkar.
"Secara etis saya tidak ingin memasuki yurisdiksi partai politik lain. Apa yang terjadi dalam dinamika Partai Golkar itu menjadi ranah DPP Golkar, kami tidak dalam posisi memberikan penilaian terhadap dinamika yang terjadi di tubuh Partai Golkar," ujar Basarah di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (25/9/2018).
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi - Maruf Amin itu berharap koalisi partai pendukung kompak memenangkan pasangan Jokowi - Maruf Amin di Pemilihan Presiden 2019 mendatang.
Karena itu, ia meminta kader-kader partai pendukung menjaga kekompakan mendukung pasangan Jokowi - Maruf Amin.
"Tentu diharapkan koalisi solid karena itu DPP partai yang telah menyatakan dukungan secara tertulis dan resmi secara formil kepada KPU RI kepada Pak Jokowi dan pak Maruf Amin, menjaga konsistensi dukungan itu. Tapi pasti tiap partai memiliki dinamika yang berbeda karena itu konsolidasi dan kesolidan masing-masing partai dalam mendukung pak Jokowi dan Kiyai Maruf Amin itu kita serahkan kepada yurisdiksi rumah tangga masing-masing partai koalisi," kata dia.
Lebih lanjut, Basarah belum melihat kader ataupun caleg PDI Perjuangan yang membelot dan tidak mendukung pasangan Jokowi - Maruf Amin.
Ia berharap para caleg atau kader PDI Perjuangan mengikuti keputusan partai yang sudah menyatakan dukungan kepada Jokowi - Maruf Amin.
"Kalau di PDI Perjuangan sampai saat ini kami belum melihat ada peristiwa kader PDIP yg secara reami didaftarkan sebagai caleg di semua tingkatan melakukan pembangkangan politik dengan tidak mengikuti keputusan politik partai untuk mendukung pak Jokowi dan kiai Maruf Amin sebagai capres cawapres. mudah-mudahan konsistensi ini akan terus kami jaga sampai pemilu presiden selesai bulan April depan," kata dia.
Baca Juga: Partai Golkar akan Panggil Caleg Membelot ke Kubu Prabowo
Basarah menambahkan, pihaknya akan memberikan sanksi kepada kader ataupun caleg yang membelot. Sanksi tersebut diantaranya mencopot jabatan yang ada di struktural hingga pencabutan keanggotaan PDI Perjuangan.
"Sanksi mulai dari pencopotan jabatan struktural pencopotan dari jabatan sturktural di DPRD kabupaten kota provinsi maupun RI sampai pencabutan status keanggotaan itu aturan main yang berlaku di internal PDI-P," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim
-
Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora
-
KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik
-
Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!