Suara.com - Situasi jumpa pers di gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait tragedi gempa bumi dan tsunami Sulawesi Tengah mendadak hening saat seorang perempuan bernama Anisah Firdaus Bandu (22) mengadu karena kedua orangtuanya tak ada kabar pasca kota Palu diguncang gempa bumi dan tersapu tsunami.
Anisah pun tak kuasa menahan tangis, saat menceritakan jika dirinya tak lagi bisa berkomunikasi dengan sang ibu bernama Ernawati melalui sambungan telepon setelah mendengar kabar gempa dan tsunami di Palu pada Jumat (28/9/2019) petang.
Sambil terbata-bata, perempuan yang cukup lama tinggal di Jakarta ini pun mengaku ingin ikut bersama petugas BNPB ke lokasi bencana agar bisa mendapatkan informasi keberadaan orangtuanya di kampung halaman.
"Saya mau banget, kapan saya bisa berangkat, saya enggak tahu kabar orangtua saya," kata Anisah di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Minggu (30/9/2018).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengaku prihatin atas peristiwa yang menimpa orangtua Anisah. Namun, Sutopo mengaku tak sembarangan memberangkatkan orang yang tak memiliki keahlian untuk membantu penanganan bencana.
Dia juga belum bisa memastikan, kapan tim gabungan yang akan diberangkatkan ke Palu dan daerah lain yang terdampak gempa dan tsunami.
"Kami cukup prihatin atas hal ini. Jadi kami sendiri juga tidak tahu ada tim yang kembali diberangkatkan, komunikasi juga terkendala," kata Sutopo.
Saat terjadi gempa, Ernawati masih menghubungi putrinya sambil mengendari mobil untuk menjemput suaminya bernama Arnold Firdaus Bandu yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil di Palu. Dalam sambungan telepon itu, kata Anissa, suara ibunya sudah terdengar sangat kalut dan menangis.
"Saya dapat kabar memang dari mama sore di jalan mau jemput papa di kantor, kebetulan papa kerja di kantor gubernur," kata dia.
Baca Juga: Jokowi Terus Terang Kesulitan Tangani Pasca Gempa Palu - Donggala
Setelah itu, Anisah kembali mencoba menghubungi orangtuanya, tapi tidak bisa. Jumat petang itu merupakan hari terakhir kali Anisah mendengar kabar dari ibunya.
"Jumat sore, terakhir kali kontak. Setelah itu sama sekali enggak ada kontak sampai saat ini. Saya coba telpon enggak bisa juga, enggak aktif," terangnya.
Berikan Alamat Rumah Orangtua ke Relawan
Kepada wartawan, Anisah mengaku sudah berupaya untuk bisa mendapatkan informasi mengenai keberadaan keluarganya di Palu setelah mendengar berita ada bencana alam di sana.
Wanita yang bekerja di Kementerian PUPR itu pun sempat mendatangi Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur untuk bisa memberikan alamat tempat tinggal dan nama lengkap orangtuanya kepada relawan.
"Hari kemarin malam saya coba ke Halim, kebetulan ketemu relawan yang mau ke Palu terus saya titip, kasih tahu nama mama papa saya, alamat kontaknya, saya kasih tahu semua," kata Anisa sambil berlinangan air mata.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung
-
Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara
-
Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani
-
Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas
-
Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya