Suara.com - Sekumpulan burung sempat menutupi langit Kota Palu, Sulawesi Tengah saat gempa dan tsunami melanda daerah itu pada Jumat (28/9/2018). Usai lindu dan air bah melanda, Kota Palu kini lumpuh.
Laporan terkini jurnalis Suara.com di Kota Palu mencoba merangkum cerita salah seorang warga sekaligus korban gempa dan tsunami di daerah itu.
Ciya (41) salah satu korban gempa di Kota Palu menuturkan bagaimana mencekamnya saat gempa dan tsunami itu tiba. Dari penuturannya, saat air tsunami datang ia melihat kawanan burung dalam jumlah yang sangat banyak menutupi langit Kota Palu.
"Saya sempat takut, ketika kejadian itu langit sempat gelap, itu burung menutupi langit. Jadi pas tsunami itu burung-burung menutupi langit, ya Allah ngeri lah," tutur Ciya saat ditemui Suara.com di tenda pengungsian di Rumah Dinas Gunernur Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018).
Ciya mengungkapkan, korban jiwa terbanyak berada di Pantai Talise. Karena saat gempa dan tsunami melanda, di Pantai Talise tengah digelar festival Pesona Palunomoni.
"Ada acara itu di Palulomoni di Pantai Talise, paling banyak korban di sana. Banyak sekali mayat," kata dia.
Saat badai tsunami tiba, Ciya bahkan sampai terpisah dengan kedua anak dan suaminya. Saat itu, dirinya sedang berada di kantor tempatnya bekerja. Sementara, kedua anaknya berada di rumah, sementara suaminya tengah berada di Poso.
Karena khawatir dengan kondisi anak-anaknya, ia kemudian meminta diantar pulang oleh temannya ke wilayah Besusu Tengah, Kota Palu. Kekhawatirannya makin memuncak kala Ciya menyaksikan banyak orang-orang tergeletak tertimpa reruntuhan bangunan. Apalagi, rumahnya juga tidak jauh dari Pantai Talise.
"Ke rumah jemput anak saya, langsung saya bawa ke pengusian di bandara, bandaranya penuh, terus akhirnya kita mengungsi ke rumah dinas gubernur," tuturnya.
Baca Juga: Krisis Makanan Pasca Gempa Palu, Minimarket dan SPBU Dijarah
Hingga Sabtu (29/9/2018) tengah malam Kota Palu masih dilanda kegelapan. Selain itu, gempa juga masih kerap terasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi