Suara.com - Ada kejadian mengharukan sesaat setelah Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) meninjau lokasi gempa Palu, Rabu (3/10/2018), melalui sebuah video yang tersebar di media sosial menceritakan tentang kisah seorang bocah laki-laki yang menghampiri presiden karena ingin ikut.
Bocah berusia 6 tahun yang belum diketahui namanya itu tiba-tiba berlari mengejar Jokowi yang akan meninggalkan lokasi dekat hotel Roa-Roa yang sedang dievakuasi.
Sadar di ada anak kecil mengikuti, Jokowi mengambil biskuit di dalam mobil, kemudian diberikan kepada anak itu.
Namun, tanpa disangka bocah yang memakai kaus stripes biru-putih itu malah minta ikut bersama presiden. “Boleh ikut? Tanyanya penuh harap. Namun, permintaannya ditolak. Presiden menjawab agar anak itu menunggu saja di rumah sembari berpesan agar sekolah yang baik.
Di video lain, anak kecil itu bercerita tentang percakapan singkatnya dengan Jokowi. Dengan wajah polos ia mengatakan kepada Jokowi, “Tadi mamaku sudah mati, jadi saya tidak boleh menangis, saya harus berani karena mamaku sudah di atas sekali.”
Lalu presiden menjawab, “Mama sudah di atas sekali, walau naik pesawat tetap tidak bisa ketemu mama karena mama sudah jauh di atas gunung. Sekarang saya haru belajar membaca, menulis supaya mamaku senang sekali, kalau saya nangis, mamaku nangis juga.”
Selain itu, ia juga mengatakan kepada presiden kalau saat ini sekolahnya sudah hancur, jadi dia tidak bisa bersekolah lagi, video anak korban bencana Palu ini viral di media sosial dan membuat netizen pilu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
Terkini
-
KPK Panggil Eks Dirut Pertamina Elisa Massa Manik Terkait Kasus Jual Beli Gas PGN
-
Kolegium Dokter Harus Independen! MGBKI Kritik Kemenkes 'Kaburkan' Putusan Penting Ini
-
Wamensos Beberkan Rincian Bantuan Bencana Sumatra: Santunan Rp15 Juta hingga Modal Usaha Rp5 Juta
-
Kemensos Gelontorkan Rp13,7 Miliar Tangani Puluhan Bencana di Awal Tahun 2026
-
Kemensos Catat 37 Kejadian Bencana di Awal 2026, Banjir Masih Jadi Ancaman Utama
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
-
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan dalam Kasus e-KTP, KPK: Tidak Hambat Proses Ekstradisi
-
Epstein Files Meledak Lagi: Deretan Nama Besar Dunia Terseret, dari Trump sampai Bos Teknologi
-
Pemerintah Nilai Tak Ada Resistensi RI Gabung BoP, Sebut Cuma Beda Pendapat
-
MGBKI Dukung Putusan MK soal Kolegium Dokter Spesialis, Tegaskan Independen dan Berlaku Langsung