Suara.com - Kuasa hukum Ratna Sarumpaet, Insank Nazrudin mengakui jika kliennya membayarkan tagihan biaya operasi plastik (oplas) dengan menggunakan rekening donasi untuk Danau Toba. Meski demikian, ia memastikan seluruh uang yang digunakan adalah uang pribadinya.
Insank mengatakan, pengumpulan dana untuk korban tenggelamnya kapal di Danau Toba, Sumatera Utara menggunakan rekening atas nama Ratna Sarumpaet. Rekening itu pula yang Ratna Sarumpaet gunakan untuk membayarkan tagihan biaya operasi plastik di Rumah Sakit Kecantikan Bina Estetika.
"Rekening yang dibuka untuk Danau Toba dan yang dipakai pembayaran itu sama rekeningnya atas nama Bu Ratna Sarumpaet semua," kata Insank saat dihubungi Suara.com, Minggu (7/10/2018).
Meski demikian, Insank memastikan bahwa uang yang digunakan oleh Ratna Sarumpaet adalah murni uang pribadinya bukan uang hasil donasi. Pasalnya Ratna Sarumpaet sudah memisahkan uang hasil dari donasi.
"Kalau kabar operasi plastik pakai uang Danau Toba itu hoaks, tidak benar. Harusnya orang yang bilang Bu Ratna Sarumpaet pakai uang donasi adalah dia sebagai donatur memberikan Bu Ratna Sarumpaet baru mengatakan itu," ungkap Insank.
"Jadi itu murni pakai uang Bu Ratna Sarumpaet saya tegaskan itu. Saya sudah melakukan komunikasi soal ini," Insank menambahkan.
Insank mengaku, ia bersama tim advokat Ratna Sarumpaet siap untuk membuktikan kebenaran bahwa Ratna Sarumpaet tidak menggunakan uang donasi Danau Toba sepeser pun jika diminta oleh polisi. Semua bukti transaksi sudah terekam di rekening Ratna Sarumpaet.
"Di rekening semuanya ada laporannya. Kami enggak khawatir itu, lagi pula rekeningnya juga sudah dilakukan penyitaan," ungkap Insank.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
AS Blokade Selat Hormuz, China-Rusia Bersatu Tekan Washington
-
Wamendagri: Penyusunan Anggaran Daerah harus Selaras dengan RKPD
-
Cegah Keberangkatan Non-Prosedural, Pemerintah Siapkan Satgas Haji Ilegal
-
400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran
-
Disenggol Soal Paus Leo XIV hingga Tak Dibantu di Selat Hormuz, Trump Tantrum ke PM Italia
-
Anak Palestina Dilarang Sekolah, Israel Tembak Gas Air Mata ke 55 Siswa SD
-
Usai Kasus Foto AI PPSU, Pramono Benahi Sistem JAKI dan Batasi Akses Laporan ASN
-
Senyap, Iran Siap-siap Stok Rudal dan Drone di Tengah Gencatan Senjata
-
Bukan di Bawah Menteri, Baleg DPR Sepakat Bentuk Badan Baru Untuk Kelola Satu Data Indonesia
-
Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel