Suara.com - Direktur Pencapresan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suhud Aliyudin mengomentari soal nazar Dedi Mulyadi yang akan membangun 1.000 rumah untuk janda di Jawa Barat apabila pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo atau Jokowi - Maruf Amin menang di Pilpres 2019.
Menurut Suhud, Dedi Mulyadi yang akrab disapa Kang Dedi itu tak harus menunggu Jokowi menang apabila ingin berbuat baik membantu masyarakat.
Diketahui, Ketua Tim Kampanye (TKN) Jokowi-Maruf untuk wilayah Jabar, Dedi Mulyadi sempat bernazar apabila Jokowi menang dirinya akan merubuhkan kemudian membangun 1.000 rumah para janda di Jawa Barat. Suhud menyarankan kepada Dedi untuk menyegerakan niat baiknya itu.
“Jika ingin beramal pada orang-orang yang membutuhkan, baiknya laksanakan saja, tanpa perlu ada syarat,” kata Suhud kepada Suara.com, Selasa (16/10/2018).
Selain itu, Suhud memahami ada nazar tersebut berkaitan dengan berjalannya kampanye untuk Pilpres 2019. Dirinya meminta untuk nazar Dedi tersebut diawasi oleh penyelenggara Pemilu untuk mencermatinya. Hal tersebut dikhawatirkannya ada unsur politik uang, mengingat nazar Dedi yang membutuhkan dana yang besar.
“Jika dikaitkan dengan dukungan Pilpres 2019 maka KPU dan Bawaslu perlu dicermati, karena patut dicurigai ada unsur money politics,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Ketua Tim Pemenangan Jokowi – Maruf Amin wilayah Jawa Barat Dedi Mulyadi, memiliki nazar unik kalau pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01 itu menang dalam Pilpres 2019.
Mantan Bupati Purwakarta tersebut, bernazar merobohkan dan membangun kembali 1.000 rumah janda tua di Jabar. Menurut dia seribu rumah janda tersebut harus memenuhi kriteria tidak layak huni.
Baca Juga: Tersandung Suap Meikarta, Saham Lippo Group Bergerak Melemah
Berita Terkait
-
Sohibul Bolehkan PKS Kampanye Negatif, Begini Kata Sandiaga
-
Kubu Prabowo Sindir Nazar Kang Dedi Bangun 1.000 Rumah Janda
-
PKS Bolehkan Kampanye Negatif, Fahri: Sohibul Mau Tanggung Dosa?
-
Sohibul Bolehkan PKS Kampanye Negatif, Ini Kata Kubu Jokowi
-
Tanggapi Pernyataan Presiden PKS, Golkar Angkat Isu Kesejahteraan
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Gerindra Sebut Keakraban Prabowo dan Megawati Sebagai Simbol Persatuan Hadapi Tantangan Global
-
Habiburokhman Puji Keakraban Prabowo-Megawati, Bandingkan dengan Dino Patti Djalal
-
Kecelakaan Pesawat T-34 Taiwan, Kegagalan Simulasi Mesin Tewaskan 2 Pilot Militer di Kaohsiung
-
Malaysia Kutuk Pengibaran Bendera Israel di Masjid Al-Aqsa, Desak PBB Tindak Rezim Zionis
-
Mikroba Bawah Tanah Ditemukan Mampu Atasi Krisis Iklim, Bagaimana Caranya?
-
122 Prodi di Kampus Negeri dan Swasta Ditutup Sepanjang 2026, Menteri Brian Ungkap Alasannya
-
Pemerintah Anugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Kepada Enam Tokoh
-
Habiburokhman: Tak Perlu Ada Perlakuan Khusus untuk Dino Patti Djalal
-
Takut Negosiasi Iran Gagal, Trump Tegur Netanyahu: Tanpa Saya Kau Sudah Masuk Penjara!
-
Negosiasi Iran Terancam, Donald Trump Gunakan Kata Kasar Tegur Rencana Militer Netanyahu ke Lebanon