Suara.com - KPK terus mendalami dugaan Korupsi dalam PT Pertamina (Persero) pada era kepemimpinan Direktur Utama Karen Galaila Agustiawan, terkait investasi BUMN tersebut di luar negeri.
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang meminta publik bersabar, lantaran kasus- kasus lama yang kini ditangani lembaganya akan kembali didalami. Adapun kasus tersebut akan disampaikan bila sudah masuk dalam proses penyelidikan.
“Untuk itu sabar dulu, kalau ada kemajuan nanti kami akan laporkan kepada publik,” kata Saut dikonfirmasi, Selasa (16/10/2018).
Sebelumnya, Saut juga menyampaikan KPK turut mengawasi perkembangan kasus investasi Pertamina di luar negeri. Bahkan, KPK juga berkoordinasi sejak awal terhadap kasus ini dengan Kejaksaan Agung.
Namun, Saut masih enggan menjelaskan secara detail dalam penanganan kasus tersebut, sudah sejauh mana.
"Saya tak boleh menyebut dulu karena ada prosesnya. Tapi yang jelas, memang dari awal ada koordinasi itu untuk (dugaan korupsi investasi) Pertamina (di luar negeri) kan," tutur Saut
Untuk diketahui, indikasi dugaan korupsi investasi yang sedang didalami KPK adalah terkait akuisisi 65 persen saham ConocoPhillips Algeria Ltd di Blok 405a Aljazair, oleh PT Pertamina pada 23 November 2013 senilai USD 1,75 miliar.
Diduga, ada kelebihan pembelian hingga USD 900 juta dari nilai aset bersih ConocoPhillips saat itu. Sebab, aset bersih ConocoPhillips Algeria per 31 Oktober 2012 diketahui hanya sebesar USD 850 juta.
Pertamina disebut-sebut tidak membeli saham itu langsung kepada ConocoPhillips, namun melalui Blacstone, perusahaan cangkang (Special Purpose Vehicle/ SPV).
Baca Juga: Kode dari Luis Milla untuk Bima Sakti
Keterlibatan perusahaan yang bermarkas di New York, Amerika Serikat itu diduga lantaran ada campur tangan Gary Hing. Sejak tahun 2008 hingga 2014, Gary diketahui menjadi konsultan di Pertamina.
Dalam kasus dugaan korupsi investasi PT Pertamina (Persero) di Blok BMG Australia tahun 2009, penyidik Pidana Khusus Kejagung diketahui telah menetapkan empat orang tersangka.
Keempat tersangka itu ialah mantan Direktur Utama PT Pertamina Karen Galaila Agustiawan, Chief Legal Councel and Compliance PT Pertamina (Persero) Genades Panjaitan (GP), dan mantan Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Frederik Siahaan (FS).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Dasco Pimpin Rapat di Aceh: Minta Pendataan Rumah Rusak Dikebut Sepekan
-
Viral Nenek Curi 16 Potong Pakaian di Tanah Abang, Ketahuan Usai Barang Jatuh dari Balik Gamis
-
Jelang Rakernas 2026, PDIP Terbitkan Instruksi Keras Larang Kader Korupsi
-
Bukan Hanya Soal Huntara, Ternyata Ini 4 Masalah Mendesak di Aceh Menurut Satgas Galapana DPR
-
8 Orang Termasuk Pegawai Pajak Diamankan saat KPK Gelar OTT di Jakarta
-
Skandal Pajak Jakut Terbongkar: OTT KPK Sita Gepokan Uang dan Valas, Oknum Pegawai Pajak Diringkus
-
Gelar Rapat Lagi di Aceh, Satgas Pemulihan Pascabencana DPR Serahkan Laporan Kordinasi ke Pemerintah
-
Main Mata Nilai Pajak, Oknum Pegawai DJP Tak Berkutik Terjaring OTT KPK
-
LBHM Beri 4 Catatan 'Pedas' untuk Indonesia yang Baru Saja Jadi Presiden Dewan HAM PBB
-
Nasib Pandji Pragiwaksono di Tangan Polisi, Penyelidik Mulai Analisis Barang Bukti Materi Mens Rea