Suara.com - Pengamat Politik Emrus Sihombing memahami pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang membuka peluang hubungan diplomatik dengan Israel. Emrus sepakat apabila Indonesia mengutamakan perjuangan agar Israel mengakui kemerdekaan Palestina.
Emrus mencontohkan Indonesia dengan Israel menjadi dua buah lingkaran. Di dalam kedua lingkaran tersebut terdapat kesamaan-kesamaan yang dimiliki kedua negara. Namun, di samping adanya kesamaan itu, terdapat perbedaan yang bisa disepakati. Perbedaan yang dimaksud ialah Indonesia yang ingin Israel mengakui Palestina sebagai negara merdeka.
“Kalau dari pihak kita arsiran itu harus ada sebagai suatu syarat bahwa Palestina harus diakui sebagai negara merdeka. Nah itu sebagai arsiran pertemuan antara Indonesia dengan Israel kalau di dalam arsiran itu bahwa Palestina sebagai negara yang merdeka yang diakui oleh Israel,” kata Emrus kepada Suara.com, Rabu (17/10/2018).
Apabila kemudian Israel mau memenuhi syarat yang disampaikan Jusuf Kalla, tentu peluang adanya hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Israel menjadi besar.
Namun menurut Emrus, Indonesia harus memperhatikan terkait hubungan kerja sama tersebut. Indonesia dan Israel harus menyepakati kerja sama di berbagai bidang secara equal, jangan sampai malah menghasilkan win and lose.
“Kalau itu sudah terjalin, tentu bisa dilaksakan penjajakan terhadap hubungan diplomatik yang pertama saya sebut tadi adalah kesamaan-kesamaan, kemudian kesamaan itu di bidang apa? Politik, ekonomi, budaya dan lain-lain jangan sampai terjadi mendominasi antara satu dengan yang lain,” ujarnya.
Oleh sebab itu, Emrus mengatakan bahwa tidak ada salahnya apabila kemudian Indonesia menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Asalkan Israel mau memenuhi syarat yang diajukan oleh Jusuf Kalla, Israel harus mengakui Palestina sebagai negara merdeka.
"Artinya ini bisa memang sebagai mempererat hubungan itu, dengan catatan yang paling utama dulu Israel harus mengakui Palestina. Karena kita turut berjuang, kita tidak boleh mengabaikan itu demi hubungan diplomasi dengan Israel,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, kemungkinan Pemerintah Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Israel dapat terjadi. Syaratnya bila perdamaian di Palestina sudah terwujud.
Baca Juga: Huawei Pastikan Mate 20 Datang ke Indonesia, Seri yang Mana?
Wapres menegaskan Pemerintah Indonesia tetap dalam posisinya mendukung perdamaian di Palestina, sehingga harapan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dapat terwujud apabila kesepakatan perdamaian telah terjadi.
Berita Terkait
-
Australia Mau Pindahkan Dubes ke Yerusalem, Ini Reaksi Indonesia
-
Israel Diam-diam Kirim Bantuan untuk Korban Gempa Sulawesi Tengah
-
Ini Alasan Israel Ngebet Buka Hubungan Diplomatik ke Indonesia
-
JK Kasih Peluang Israel Buka Hubungan Diplomatik dengan Indonesia
-
Rayakan 6 Juta Subscribers, Ria Ricis Berangkat ke Palestina
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno