Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kritiyanto buka suara mengenai rencana pemindahan Kedutaan Besar Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Dirinya menilai langkah yang diambil Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi yang memanggil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan sudah sangat tepat.
Hasto berpendapat bahwa segala sesuatu dan sikap-sikap yang terkait dengan wilayah Palestina harus tunduk pada hukum internasional. Selain itu, harus patuh pada aturan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kesepakatan bersama.
"Dan komitmen Indonesia tidak pernah berubah, kita terus berjuang untuk kemerdekaan Palestina dalam artian yang seluas-luasnya," ucap Hasto di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/10/2018).
Hasto memberikan rujukan saat Presiden Indonesia pertama, Ir. Soekarno yang dengan tegas mengusir Israel dari perhelatan Asian Games 1962 yang berlangsung di Jakarta. Hasto menilai tindakan tegas tersebut sebagai sebuah sikap dalam memperjuangkan kemerdekaan bagi segala bangsa.
"Pada tahun 1962 saja Bung Karno punya sikap yang kuat untuk menolak olimpiade tersebut karena ada delegasi yang di dalam hukum internasional yang pada saat itu Israel tidak masuk. Sehingga konsistensi sikap dalam memperjuangkan kemerdekaan hak segela bangsa," jelasnya.
Oleh karena itu, Hasto menilai langkah Menteri Luar Negeri dalam hal ini sudah sangat tepat. Baginya, kemerdekaan Palestina harus sepenuhnya diperjuangkan.
"Kemerdekaan Palestina yang seutuhnya dan sepenuh-penuhnya itu harus diperjuangkan dan langkah-langkah yang diambil Bu Menlu sudah sangat tepat," pungkas Hasto.
Menlu Retno sebelumnya menyampaikan sikap Indonesia terkait pernyataan Perdana Menteri Australia Scott Morrison tentang kemungkinan pemindahan Kedutaan Besar Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Baca Juga: Polisi Buru 4 Pelaku Keributan di Diskotek Bandara
Dalam pernyataan pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Palestina Riad al Malki di Gedung Pancasila, Jakarta, Menlu Retno menjelaskan bahwa masalah Yerusalem adalah salah satu dari enam persoalan yang harus dirundingkan dan diputuskan sebagai bagian akhir dari pencapaian perdamaian menyeluruh.
Perdamaian Palestina dengan Israel harus dicapai melalui "penyelesaian dua negara" yang juga sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan serta Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.
"Oleh karena itu, Indonesia meminta Australia dan negara lain terus mendukung upaya perdamaian Palestina dengan Israel sesuai dengan yang disepakati, tidak mengambil langkah yang dapat mengancam upaya perdamaian serta keamanan dunia," kata Retno.
Berita Terkait
-
Akademi Politik Asing Belajar ke PDIP Membangun Sekolah Politik
-
Lezatnya Banana Bread Buatan Meghan Markle Diakui di Australia
-
Pengamat: Tak Ada Salah Buka Hubungan Diplomatik Indonesia-Israel
-
Australia Mau Pindahkan Dubes ke Yerusalem, Ini Reaksi Indonesia
-
JK Kasih Peluang Israel Buka Hubungan Diplomatik dengan Indonesia
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
MUI Minta Indonesia Keluar dari Board of Peace, Mensesneg: Kami Akan Berikan Penjelasan
-
Istana Harap IHSG Meroket Hari Ini, Prabowo Sempat Marah saat Anjlok?
-
Politisi Peter Mandelson Mundur Usai Foto Vulgar di Epstein Files Tersebar
-
Bukan Bertemu Oposisi, Istana Jelaskan soal Pertemuan Prabowo dengan Siti Zuhro hingga Abraham Samad
-
Relawan Prabowo Tegas Tolak Polri di Bawah Menteri, Singgung Ancaman Keamanan
-
Gas N2O Disorot Usai Kasus Lula Lahfah, Polisi Akui Belum Bisa Tindak: Tunggu Regulasi
-
Polisi Segera Buka Kartu Soal Kasus Penganiayaan yang Menjerat Habib Bahar
-
Jelang Ramadan, Jalanan Jakarta Dipantau Ketat: Drone Ikut Awasi Pelanggar Lalu Lintas
-
BMKG Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Hari Ini, Jabodetabek Masuk Level Waspada
-
Kronologi Habib Bahar Jadi Tersangka: Dijerat Pasal Berlapis, Dijadwalkan Diperiksa 4 Februari