Suara.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno memiliki wacana untuk merevisi Undang-Undang tentang Ketenagakerjaan. Menurut Sandiaga, aturan ketenagakerjaan yang tertuang dalam UU Tenaga Kerja saat ini kaku.
"Karena sekarang ini kan sangat rigid, sangat kaku. Kita pastikan bahwa dunia usaha bisa tumbuh berkembang dan tidak terbebani dengan rezim ketenagakerjaan yang dirasakan sekarang memberatkan," kata Sandiaga di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Rabu (31/10/2018).
Sandiaga mengklaim sempat mendapat masukan terkait aturan ketenagakerjaan agar dapat menciptakan sesuatu yang bisa mengikuti zaman. Sepakat dengan hal itu, mantan Wagub DKI Jakarta ingin ada aturan ketenagakerjaan yang tidak membebani masyarakat.
Meski demikian, Sandiaga masih mencari formula terbaik yang terdapat keseimbangan antara kesejahteraan buruh dengan kemajuan dunia usaha.
Menurutnya, akan percuma apabila upah buruh dinaikan akan tetapi harga-harga bahan pokok terus meningkat.
"Saya yakin dengan pengalaman kami baik di dunia usaha dan birokrasi kita bisa hadirkan satu kebijakan ketenagakerjaan yang jaman now yang bisa relevan dengan kebutuhan dunia usaha sekarang," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Sandiaga Bantah Jiplak Strategi Donald Trump
-
Lucinta Luna Dukung Prabowo - Sandiaga Uno: Salam 2 Jari Mmmuuaah
-
Didukung Lucinta Luna di Pilpres 2019, Sandiaga: Alhamdulillah
-
Kubu Prabowo Yakin Menang Pilpres 2019 Tanpa Dukungan La Nyalla
-
Arab Eksekusi Mati TKI, Sandiaga Bandingkan Jokowi dengan Prabowo
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
-
MSCI Buka Suara Usai Diskusi dengan BEI, OJK dan KSEI Perihal IHSG
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
Terkini
-
Indonesia Jadi Penjual Rokok Terbanyak ASEAN, Dokter Paru Ingatkan Dampak Serius Bagi Kesehatan
-
Polda Metro Jaya Klarifikasi Pandji Pragiwaksono Terkait Kasus Mens Rea Jumat Ini
-
Momen Pramono Tertawa Lepas di Rakornas, Terpikat Kelakar Prabowo Soal '2029 Terserah'
-
'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku
-
Diprotes Warga Srengseng Sawah, Pemprov DKI Jakarta Siap Evaluasi Izin Party Station
-
Kembali Jadi Tersangka, Ini Daftar Hitam Kasus Hukum Habib Bahar bin Smith
-
Hubungan Putri Kerajaan Norwegia dengan Epstein, Sebut 'Predator Seks' Sosok Menawan
-
Arief Hidayat Pamit dari MK: Bongkar Rahasia 'Dissenting Opinion' hingga Kelakar Kekalahan Ganjar
-
Polemik Yayasan Unsultra: Pemprov Sultra Sesalkan Nur Alam Tak Hadir Mediasi, Sebut Tak Kooperatif
-
Rencana Prabowo Bertemu Trump, Seskab Teddy Sebut Masih dalam Pembahasan