Suara.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi menyampaikan hasil perkembangan proses investigasi pesawat Lion Air JT 610 yang hatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) pekan lalu.
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menuturkan, kekinian dibantu oleh Singapore Transport Safety Investigation Bureau (TSIB) masih melanjutkan pencarian Cockpit Voice Recorder (CVR) dengan menggunakan KRI Baruna Jaya I.
Selain itu, kata Soerjanto, tim KNKT, Boeing dan General Electric (GE) juga tengah memeriksa bagian pesawat yang sudah dibawa ke Badan Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP) untuk diidentifikasi posisi bagian pesawat.
"Bagian yang sudah ditemukan sebelumnya dan sudah diidentifikasi adalah mesin kiri, main landing gear kanan, bagian dari ekor, bagian badan pesawat pada sektor 43, 44, 46 dan 48 cockpit oxygen bottle pintu penumpang depan kiri dan ujung sayap," kata Soerjanto melalui keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Rabu (7/11/2018).
Selain itu, Soerjanto juga mengungkapkan berdasarkan data Flight Data Recorder (FDR) yang telah diunggah, menunjukan terdapat kerusakan pada penunjuk kecepatan atau air speed indicator pada empat penerbangan terkahir.
Pada penerbangan Bali ke Jakarta kata Soerjanto, tercatat pada pesawat terdapat perbedaan Angle of Attack (AOA) indikator.
AOA itu sendiri, lanjut Soerjanto, merupakan indokator penunjuk sikap (attitude) pesawat terhadap arah aliran udara.
Adapun, perbedaan AOA tersebut masih berkaitan dengan kerusakan pada penunjuk kecepatan (air speed indicator).
"Angel of Attack (AOA) sensor telah diganti di Bali pada tanggal 28 Oktober setelah pilot melaporkan adanya kerusakan penunjuk kecepatan," imbuhnya.
Baca Juga: Langit Kelabu Bisa Bikin Depresi, Begini Penjelasannya
Kemudian, kata Soerjanto, pada saat penerbangan dari Bali ke Jakarta muncul perbedaan penunjuk AOA yang mana penunjuk AOA sebelah kiri berbeda 20 derajat dibanding yang kanan.
Namun, pilot melakukan beberapa prosedur dan akhirnya dapat mengatasi masalah dan pesawat akhirnya dapat mendarat di Jakarta.
"Keberhasilan pilot menerbangkan pesawat yang mengalami kerusakan ini menjadi dasar KNKT memberikan rekomendasi kepada Boeing untuk disampaikan kepada airlines di seluruh dunia jika memghadapi masalah yang sama," terangnya.
Berdasarkan data yang sudah dikumpulkan KNKT, berikut tindak lanjut investigasi ke depan:
- Sudah melakukan interview dengan awak pesawat dan pramugari yang melaksankan tigas terbang dari Manado ke Bali dan Bali ke Jakarta dengan pesawat Lion PK-LQP
- Sudah melakukan wawancara dengan teknisi yang melakukan perbaikan di Manado, Bali dan Jakarta
- Mengumpulkan dan mengkaji catatan perawatan pesawat, prosedur perawatan pesawat, catatan pelayihan awak pesawat dan teknisi, prosedur terbang bagi pilot
- Pencarian CVR untuk mengetahui tindakan yang dilakukan dan koordinasi antar pilot
- AOA sensor yang dilepas di Bali sudah dibawa ke KNKT dan selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan di pabrik pembuatan di Chicago
- KNKT merencanakan rekonstruksi penerbangan dan melihat dampak yang timbul dari kerusakan AOA sensor di engineering simulator, fasilitas Boeing di Seattle.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Anggota DPRD DKI beberkan kondisi memprihatinkan Flyover Pesing