Suara.com - Pembantaian keluarga Diperum Nainggolan alias Gaban Nainggolan di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (12/11), masih menyisakan misteri.
Pelaku pembunuhan berikut motifnya menghabisi nyawa Diperum (38), istrinya Maya Ambarita (37) dan dua anak mereka yang bernama Sarah Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7), belum diketahui.
Tak hanya itu, salah satu tetangga korban bernama Jimmy mengatakan, anjing milik Gaban sempat menggongong pada Selasa (12/11) pukul 02.00 WIB.
”Anjing Pak Gaban selalu menggonggong kalau melihat orang asing. Selasa dini hari itu, saya sempat mendengar anjingnya menggonggong keras dan cukup lama,” kata Jimmy, Rabu (14/11/2018).
Ia menuturkan, ibu-ibu sekitar rumah korban juga mengakui mendengar anjing peliharan keluarga tersebut menggonggong saat malam kejadian.
Namun, orang sekitar kala itu tidak ada yang keluar untuk melihat situasi. Mereka mengaku tidak menaruh curiga atas gonggongan anjing tersebut.
Padahal, selama 4 tahun Jimmy tinggal di dalam kontrakan tersebut, tidak pernah tamu yang mengunjungi rumah korban pukul 02.00 WIB.
"Kalau ada tamu keluarga Gaban yang tak dikenal si anjing, pasti menggonggong. Tapi kami malam itu tak keluar rumah, sebab memang tak pernah ada tamu datang ke rumah mereka pada waktu dini hari,” jelasnya.
Kejanggalan lain diceritakan seorang petugas keamanan sekolah bernama Muhammad Soleh. Ia mengakui, menyaksikan satu mobil misterius melaju kencang meninggalkan rumah keluarga korban ke arah Jalan Hankam Raya pada saat kejadian.
Baca Juga: Jelang Ultah ke-31, Seperti Ini Tampilan Baru Marouane Fellaini
"Saya sedang menonton televisi di tempat jaga. Jam setengah 3 pagi ada mobil melaju kencang sekali sampai polisi tidur saja dihajar terus itu," kata Soleh.
Soleh tidak bisa jelas mengingat merek mobil maupun nomor polisi. Ia hanya mengingat warna dari mobil tersebut.
"Warnanya gelap tapi jenis mobilnya saya tak tahu. Minibus begitu,” tukasnya.
Paginya, ia terkejut ada kasus pembunuhan satu keluarga yang terjadi tidak jauh dari pos tempat ia berjaga. Dirinya mengakui mendengar kabar tersebut dari warga sekitar.
Gaban dan keluarganya ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumah Jalan Bojong Nangka 2 RT2/RW7 Pondok Melati, Pondok Gede, Bekasi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pihaknya membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus tersebut. Tim itu nantinya akan bergerak di bawah Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin
-
Pengguna LRT Meningkat 26 Persen, Masyarakat Pindah dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Umum?
-
Geger Siswa SD Akhiri Hidup Gegara Tak Mampu Beli Buku, Legislator NTT Minta Polisi Selidiki
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Rano Karno Mau Sulap Planetarium Jakarta Setara Las Vegas
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki