Suara.com - Harta benda seorang guru raib setelah rumahnya di Jalan Mopah Lama, Merauke, Papua disantroni pelaku pencurian pada Senin (26/11/2018). Total kerugian yang dialami korban akibat pencurian itu mencapai Rp60 juta.
Kasubag Humas Polres Merauke, AKP Suhardi menyampaikan, saat ini penyidik Satuan Reskrim Polres Merauke sedang selidiki kasus pencurian itu.
“Kerugian materil yang dialami korban mencapai Rp60 juta. Pelaku berhasil membawa kabur uang tunai Rp50 juta, laptop dan notebook,” kata Suhardi seperti dikutip Kabarpapua.co--jaringan Suara.com, Selasa (27/11/2018) kemarin.
Aksi pencurian itu diketahui saat korban baru sampai ke rumahnya usai mengajar di sekolah. Sebab, kata dia, saat membuka pintu, korban langsung terkejut melihat kondisi rumahnya sudah berantakan. Karena ada kejanggalan, lanjutnya, akhirnya korban mengecek seluruh ruangan.
Saat diperiksa, kondisi jendela samping rumah korban sudah dalam keadaan rusak.
“Kasus ini sementara masih dalam proses pengembangan penyelidikan. Diharapkan kepada masyarakat jika ingin bepergian keluar rumah agar mengecek jendela dan pintu dengan baik,” ujarnya. (Kabarpapua.co)
Berita Terkait
-
Jahat, Guru Paksa Murid Penderita Kanker Duduk di Belakang Kelas
-
Kisah Sandal Jepit dan Remaja Pencuri Ponsel
-
Kepincut Polisi Gadungan, Harta Guru Wanita di Madiun Dikuras
-
Ratusan Ribu Guru di Bawah Kemenag Bakal Terima Tunjangan Profesi
-
Peringati Hari Guru, Ini Kota Terbaik untuk Kuliah di Luar Negeri
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara