Suara.com - Direktur Utama PT Istaka Karya Sigit Winarto mengungkapkan ada 28 pekerja yang menjadi korban penembakan di Trans Papua di Papua. Namun mereka belum dapat dievakuasi dari lokasi kejadian yang berada di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga.
Setiap pengerjaan proyek ruas jalan Trans Papua tersebut senantiasa berkoordinasi dengan aparat keamanan.
"Jumlah tersebut masih kami koordinasikan. Kami belum bisa memastikan jumlah korban," ujar Sigit Winarto dalam jumpa pers di Kantor Kementerian PUPR terkait musibah yang menimpa pekerja pembangunan jembatan di Provinsi Papua, Selasa (4/12/2018).
"Kami melakukan sosialisasi dan pengamanan secara internal. Kami juga menggandeng pekerja lokal dan pengurus setempat," ujar Sigit Winarto.
Diakui olehnya, sebagian besar pekerja itu didatangkan dari Sulawesi. Identitas korban akan dilaporkan setelah proses evakuasi dan mereka akan dilarikan ke Wamena. Menurut Sigit Winarto, dalam proses pembangunan Trans Papua ini terdapat beberapa kejadian yang mengganggu, namun semua itu dapat diatasi dengan negosiasi secara lokal.
"Sebetulnya, kami memiliki telepon satelit di lapangan. Tapi, satu sampai tiga hari sebelum kejadian, telepon satelit tidak bisa dihubungi. Sampai sekarang belum bisa dihubungi," jelasnya.
Hingga saat ini, sambungnya, pekerjaan tersebut ditunda hingga mendapat rekomendasi aparat keamanan.
"Tim kami dan Pak Menteri akan ke Wamena malam ini juga, secepatnya. Kita harus 'clearance'. Kami ke lokasi dan evakuasi paling penting," katanya.
Sigit Winarto juga menambahkan bahwa nilai proyek itu adalah Rp184 miliar dan telah dikerjakan sejak 2016 dan direncanakan selesai pada akhir tahun 2019. (Antara)
Baca Juga: Pembunuhan 31 Pekerja Trans Papua Diduga karena Tak Sengaja Potret OPM
Berita Terkait
-
Luhut soal Penembakan Trans Papua: Jika Ada Tentara, Mestinya Tak Masalah
-
Korban Penembakan di Trans Papua Dievakuasi Menggunakan Helikopter
-
31 Pekerja Tewas di Trans Papua, DPR Sebut TNI-Polri Kecolongan
-
Menhan Sebut Pelaku Penembakan di Trans Papua Kelompok OPM
-
22 Peti Mati Disiapkan untuk Korban Penembakan di Trans Papua
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
Terkini
-
Drama London: Paspampres Klarifikasi Soal Halangi Jurnalis Saat Kawal Presiden Prabowo
-
Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Curhat Pimpinan KPK ke DPR: Alat Kurang Canggih Jadi Hambatan Utama OTT
-
Animo Tinggi, PDIP Minta Kemensos 'Gaspol' Bangun Sekolah Rakyat
-
PSI: Polri Harus Tetap di Bawah Presiden, Bukan Jadi Kementerian
-
KND Kawal Hak Atlet Disabilitas, Kontingen Indonesia Raih 135 Emas di ASEAN Para Games 2025
-
Ketua DPRD DKI Kawal Janji Pramono Lepas Saham Perusahaan Bir, Kaji Opsi Tukar Guling
-
Jadi Ipar Presiden RI, Soedradjad Djiwandono Ngaku Kudu Hati-hati Komentari Masalah Dalam Negeri
-
Kali Ciliwung Meluap, 11 RT di Jakarta Terendam Banjir
-
'Awal Tahun yang Sempurna', Daftar 4 Kritik Adian Napitupulu Terhadap Pemerintahan Prabowo