Suara.com - Hingga kini satuan TNI terus berupaya menelusuri keberadaan warga sipil pada dua distrik di Kabupaten Nduga, Papua yakni Distrik Yigi dan Mbua untuk memperjelas identitas korban akibat insiden penembakan di Trans Papua oleh kelompok bersenjata.
Wakil Kepala Penerangan Kodam (Wakapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi menyebutkan, hasil penyisiran dan pengejaran aparat gabungan TNI-Polri di Distrik Yigi dan Distrik Mbua hingga Jumat pukul 05.00 WIT, sebanyak 16 orang ditemukan meninggal dunia.
Dilansir Antara, sebanyak sembilan jenazah sudah dievakuasi ke Timika, Kabupaten Mimika, Papua, pada Kamis (6/12/2018).
Identitas sembilan jenazah itu adalah:
1. Agustinus T (karyawan PT Istaka Karya)
2. Jepry Simaremare (karyawan PT Istaka Karya)
3. Carly Zatrino (karyawan PT Istaka Karya)
4. Alpianus M (karyawan PT Istaka Karya)
5. Muh. Agus (karyawan PT Istaka Karya)
6. Fais Syahputra (karyawan PT Istaka Karya)
7. Yousafat (karyawan PT Istaka Karya)
8. Aris Usi (karyawan PT Istaka Karya)
9. Yusran (karyawan Istaka Karya)
Sedangkan 20 orang yang ditemukan selamat, yakni:
1. Marthinus Sampe, laki-laki, 25 tahun (karyawan PT Istaka Karya)
2. Jefriyanto, laki-laki, 25 tahun (karyawan PT Istaka Karya)
3. Ayub, laki-laki (karyawan PT Istaka Karya)
4. Jimmy Aritonang, laki-laki, 32 tahun. (karyawan PT Istaka Karya)
5. Johny Arung, lak-laki (karyawan PT Istaka Karya)
6. Tarki, laki-laki (karyawan PT Istaka Karya)
7. Matheus Palinggi, laki-laki (karyawan Istaka Karya)
8. Awan Maulana, laki-laki, 22 tahun (pekerja tower Telkomsel)
9. Siman, laki-laki, 24 tahun (pekerja bangunan)
10. Yulius, laki-laki, 25 tahun (pekerja bangunan)
11. Yulman Mange, laki-laki, 26 tahun (pekerja bangunan)
12. Nolpianus, laki-laki, 18 tahun (pekerja bangunan) 13. Selfianus Mari, laki-laki, 35 tahun (pekerja bangunan)
14. Makbul, laki-laki 50 tahun (pekerja bangunan)
15. Jon Tandibua, laki-laki, 45 tahun (pekerja bangunan/tenaga kesehatan)
16. Saleh, laki-laki, 28 tahun (pekerja bangunan)
17. Simon Tandi, laki-laki, 44 tahun (pekerja bangunan) 18. Batok, laki-laki, 43 tahun (pekerja bangunan)
19. Mesran Arifin, laki-laki, 41 tahun (pekerja bangunan)
20. Dirro Rombe, laki-laki, 34 tahun (pekerja bangunan)
Selain 20 pekerja konstruksi (pekerja bangunan) itu, terdapat empat orang warga setempat yang juga ikut dalam rombongan evakuasi sesuai manifest heli dan hercules saat proses evakuasi dari Nduga dan Wamena ke Timika, yakni:
1. Asem Kogoya, laki-laki, dewasa.
2. Endinus Tabuni, laki-laki, 31 tahun.
3. Krisna Tabuni, balita.
4. Sargi Lokbere.
Baca Juga: Jadi Tersangka Suap Bupati Jepara, Begini Kata Hakim Lasito
Dengan demikian, sebanyak 24 orang warga sipil telah dievakuasi dalam kondisi selamat dari Distrik Mbua dan Distrik Yigi, Kabupaten Nduga. Sebanyak 22 orang dievakuasi ke Timika, dan dua lainnya masih di Wamena.
Rinciannya, tujuh orang karyawan PT Istaka Karya, 12 pekerja bangunan, 1 pekerja tower Telkomsel, dan 4 orang masyarakat setempat.
Menurut Letkol Dax, dari 16 orang korban meninggal dunia, sembilan orang di antaranya merupakan karyawan PT Istaka Karya.
Jumlah total karyawan PT Istaka Karya saat insiden penembakan Kabupaten Nduga tercatat sebanyak 28 orang. Sebanyak 7 orang dipastikan selamat, 9 orang meninggal dunia, 7 orang belum teridentifikasi, dan 5 orang lainnya belum diketahui keberadaannya.
"Data di atas masih terus diupdate sesuai perkembangan informasi," ujar Letkol Dax.
Selain warga sipil, prajurit TNI-Polri juga menjadi korban meninggal dunia atas aksi penembakan itu. Yakni atas nama Serda Handoko dan sudah dikebumikan. Sementara dua luka tembak, masing-masing seorang anggota TNI atas nama Pratu Sugeng, dan seorang anggora Polri (Brimob) atas nama Bharatu Wahyu.
Berita Terkait
-
7 Jenazah Korban Penembakan di Trans Papua Dievakusi ke Timika
-
Komisi I: DPR Belasungkawa untuk TNI yang Gugur di Papua
-
Penembakan di Trans Papua, 5 Pekerja PT Istaka Karya Belum Ditemukan
-
Cerita Heroik 2 Warga Nduga Selamatkan Pekerja Istaka Karya dari Penembakan
-
8 Teridentifikasi, 3 Jenazah Korban Penembakan di Papua Masih Dicari
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta
-
Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban
-
KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR
-
Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung
-
OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan