Suara.com - Sekelompok orang melakukan aksi sweeping di kawasan Lapangan Tembak, Cibubur, Jakarta Timur. Sekelompok orang itu menyisir satu demi satu jalanan di kawasan tersebut pada Selasa (11/12/2018) malam.
Akibat aksi sweeping tersebut, jalur di depan kawasan Lapangan Tembak, tepatnya Ramayana Cibubur dialihkan oleh segerombolan orang. Dari pantauan Suara.com, warga yang datang dari arah Cilangkap ke arah Jalan Raya Bogor dialihkan ke jalan yang mengarah ke Malaka.
"Yang mau ke arah jalan Raya Bogor belok dulu pak, bu, jangan lewat sini tolong diikuti, jangan banyak tanya. diikuti saja," ujar salah seorang warga yang ikut mengalihkan jalur di depan pasar swalayan Ramayana Cibubur.
Selasa malam sekitar pukul 23.36 WIB, Suara.com sempat mencoba menelusuri kawasan Lapangan Tembak yang tadinya dilakukan aksi sweeping itu. Benar saja, kawasan pemukiman penduduk tersebut tampak sepi. Tidak ada satu orang pun yang jalan atau berkendara di pemukiman tersebut.
"Sepi banget. Karena ada yang datang ke sini keliling-keliling bawa parang segala macem," ujar salah seorang warga di kawasan Lapangan Tembak yang enggan menyebutkan nama.
Sementara, di depan kawasan Lapangan Tembak, tepatnya di parkiran toko Swalayan Arundina terlihat ada beberapa orang yang memarkir sepeda motor. Mereka terlihat sedang memantau pengalihan jalan yang dilakukan selama aksi sweeping.
Diduga, aksi tersebut merupakan buntut insiden pengeroyokan seorang anggota TNI yang diduga dilakukan oleh warga setempat. Sekelompok orang itu diduga tengah mencari orang yang melakukan pemukulan terhadap anggota TNI itu. Anggota TNI korban pemukulan itu diketahui bernama Kapten Komaruddin.
Diketahui sebelumnya, Komarudin (47), anggota TNI AL menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah juru parkir di depan Toko Arundina, Ciracas, Jakarta Timur pada Senin (10/12/2018) sekitar pukul 15.40 WIB.
Kejadian tersebut bermula saat Komarudin yang sedang mengenakan pakaian dinas TNI AL bersama anaknya hendak makan di warung dekat toko Arundina, Cirasas.
Baca Juga: Bagi Suvenir saat Reses, Caleg Partai Gerindra Divonis 4 Bulan Penjara
Saat hendak memarkir sepeda motornya, sang anak memberi tahu kepada Komarudin bahwa knalpot motor tersebut berasap.
Ketika Komarudin memeriksa mesin sepeda motor miliknya, salah seorang juru parkir menggeser motor tersebut hingga membentur kepalanya. Alhasil, sang juru parkir mendapat teguran dari Komarudin.
"Namun juru parkir tidak terima hingga terjadi cekcok mulut yang kemudian mengundang perhatian teman-teman tukang parkir lainnya, dan mengeroyok Kapten Komarudin," ujar Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Tony Surya Putra saat dikonfirmasi, Selasa (11/12/2018).
Tony mengatakan, Komarudin dikeroyok oleh 7 sampai 9 juru parkir. Saat pengeroyokan, melintas seorang anggota TNI AD, yakni Pratu Rivonanda yang merupakan Kesatuan Dronkavser Paspampres dan seketika melerai para juru parkir yang mengeroyok Komarudin.
Karena melihat jumlah juru parkir melebihi jumlah mereka, Pratu Rivo mengamankan Kapten Komarudin beserta anaknya ke Barak Remaja Paspampres KPAD Cibubur dengan cara dibonceng menggunakan sepeda motor.
Kemudian, kedua anggota TNI tersebut kembali keluar untuk mencari para pelaku pengeroyokan ke pemukiman warga. Hasilnya, satu juru parkir bernama Agus Priyantara ditemukan dan dibawa ke Polsek Ciracas.
Berita Terkait
-
Anggota TNI AL Dikeroyok Juru Parkir Ciracas Jakarta Timur
-
Polisi Selidiki Kasus Pengemudi Ojol Dikeroyok di Stasiun Manggari
-
Naik Motor Lawan Arus, Tentara Tewas Ditabrak KRL di Jakarta Barat
-
Update Pengeroyokan Suporter Bola Iqbal Setiawan di Stadion Sultan Agung
-
Detik-detik Andika Tewas Dikeroyok 6 ABG di Depok
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kasus Dokter Internship Meninggal, Menkes Minta Audit Medis Tindakan RS
-
Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta
-
Eks Wamenaker Noel Ngaku 'Gak Tahu' Terima Ducati Harus Lapor KPK: Saya Menyesal Banget
-
ICW Laporkan Dugaan Korupsi Sertifikat Halal Rp49,5 Miliar di Badan Gizi Nasional ke KPK
-
Bantah Minta Ducati ke Irivan Bobby, Eks Wamenaker Noel: Saya Nggak Hobi, Motornya Malah Bikin Jatuh
-
Pertama di Kunjungan Luar Negeri, Prabowo Pakai Maung di KTT ke-48 ASEAN 2026 di Filipina
-
Iran Galakkan Perizinan Baru di Selat Hormuz, Indonesia Bisa Ketiban Durian Runtuh
-
Setelah Hancurkan Patung Yesus Kini Tentara Israel Lecehkan Patung Bunda Maria
-
Siapkan Dana Haji Lebih Terstruktur, BNI Andalkan Fitur Life Goals di wondr
-
Viral Pemotor di Cikarang Tabrak Penyapu, Pura-pura Menolong Lalu Kabur Sambil Buang Sandal Korban!