Suara.com - Gelombang tsunami di Selat Sunda akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, menerjang banyak daerah di Banten dan Lampung, pada hari Sabtu tanggal 22 Desember 2018.
Peristiwa tersebut, melengkapi data bencana lainnya yang juga terjadi pada akhir pekan. Fenomena bencana besar pada masa weekend tersebut, kekinian turut menjadi obrolan publik.
Berdasarkan data yang terhimpun, pola waktu terjadinya bencana alam dahsyat pada akhir pekan tersebut setidaknya terlacak hingga tsunami Aceh.
Pada tahun 2004 silam, gelombang tsunami melanda sebagian besar daerah Aceh pada tanggal 26 Desember, yang jatuh pada hari Minggu.
Dua tahun setelahnya, gempa bumi mengguncang Yogyakarta, yang terjadi pada tanggal 27 Mei 2006 dan tepat pada hari Sabtu.
Selang lima tahun, persisnya tahun 2011, Jembatan Kutai Kertanegara yang menghubungkan Tenggarong dan Tenggarong Sebrang, ambruk tanggal 26 November, tepat pada hari Sabtu.
Tahun 2018, Lombok, Nusa Tenggara Barat, diterpa gempa pada 29 Juli, tepat hari Minggu. Sementara tsunami yang menerjang Palu dan Sigi Sulawesi Tengah, terjadi pada hari Jumat tanggal 28 September 2018.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga sempat mencatat fenomena tersebut. Bagi BNPB, pola terjadinya bencana yang berulang itu hingga kekinian masih menjadi misteri.
"Kami sudah sering menangani bencana. Biasanya kejadiannya Jumat sore sampai malam, Sabtu, dan Minggu,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (29/9/2018).
Baca Juga: Cerita Ade Jigo, Peluk Anak saat Tsunami Hingga Terseret ke Gorong-Gorong
Selain terjadi pada akhir pekan, kata Sutopo kala itu, BNPB juga menganalisis bahwa bencana terjadi di atas tanggal 25.
“Seperti gempa dan tsunami yang terjadi di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah. Tsunami Aceh, gempa Jogja, tunami Mentawai, erupsi Gunung Merapi, Jembatan Kukar ambrol, kapal tenggelam, paling banyak adalah kejadian-kejadian akhir pekan dan tanggalnya di atas 25,” jelasnya.
Fenomena itu menyisakan satu pertanyaan, yakni kenapa? Bagi Sutopo, bencana alam selalu terjadi tanpa bisa terprediksi.
Hal tersebut tak hanya terjadi di Indonesia, melainkan di negara-negara lain. “Jepang yang biasa menghadapi gempa bumi dan tsunami juga tak bisa menandingi kuasa alam.”
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Menunggu 22 Tahun Hingga Hamil di Usia 45: Kisah Nyata Perjuangan Bayi Tabung yang Menginspirasi
-
Euforia Piala Dunia 2026 Tak Cukup Selamatkan Ekonomi Meksiko: Stadion Penuh, Pemasukan Lesu
-
KPK Tolak Laporan Menhut Raja Juli Kembalikan Amplop Bupati Kuansing
-
Jejak Brutal MYF: Pembacok Samurai di Lumajang yang Ternyata Predator Pemerkosa Driver Ojol
-
Detik-detik Kakek Saniman Terhantam CBR Saat Putar Balik di Watudakon Jombang
-
Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?
-
Deschamps Akui Prancis dan Inggris Sama-sama Ogah Main, tapi Tetap Serius Bidik Tempat Ketiga
-
Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut
-
Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F
-
Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra