Suara.com - Bencana tanah longsor menimpa satu dusun di Kampung Cigaherong, Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi pada Senin (31/12/2018) sekitar pukul 17.00 WIB. Akibat kejadian itu, dilaporkan ada 107 jiwa terkena longsor.
Terkait kejadian itu, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan, sebelum longsor sempat terjadi hujan yang mengguyur selama beberapa jam.
Akibat kejadian itu, 34 rumah tertimbun longsor, dari 107 korban, dua dinyatakan meninggal dunia, 33 selamat dan sisanya belum diketahui keberadaannya.
Dalam rilis yang diterima Suara.com, Selasa (1/1/2019) pagi, Badan Geologi Kementerian ESDM menjelaskan, kondisi daerah bencana merupakan perbukitan dengan kemiringan lereng terjal hingga sangat terjal. Lokasi bencana pada ketinggian lebih dari 650 hingga 800 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan di sebelahnya terdapat alur sungai kecil.
Berdasarkan peta Peta Potensi Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Sukabumi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), daerah bencana sebagian besar masuk ke dalam Zina Kerentanan Gerakan Tanah Menengah-Tinggi. Artinya, daerah ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal. Terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.
Sementara, faktor penyebab gerakan tanah atau longsor itu dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi, kemiringan lereng yang terjal dan material penyusun lereng bersifat poros dan mudah menyerap air.
Mengingat daerah tersebut masih sangat rawan terjadi gerakan tanah atau longsor dengan kemiringan lereng mencapai 30 derajat, maka tim tanggap darurat akan diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan tiga hal.
Pertama, evaluasi di sekitar lokasi terhadap potensi longsor susulan. Kedua, memberikan rekomendasi teknis penanggulangan di daerah bencana. Ketiga, melakukan sosialisasi langsung di lokasi bencana kepada masyarakat dan aparat pemerintah daerah setempat.
Baca Juga: Bencana Longsor di Cisolok, 41 Warga Masih Hilang
Berita Terkait
-
Empat Orang Tewas, 34 Rumah Tertimbun Longsor di Sukabumi
-
Satu Kampung di Sukabumi Tertimbun Longsor di Malam Pergantian Tahun
-
Penjaja Jasa Foto Keliling di Pantai Karang Hawu Tergerus Zaman
-
PVMBG: Potensi Tsunami Akibat Aktivitas Gunung Anak Krakatau Kecil
-
Berstatus Siaga, Tinggi Gunung Anak Krakatau Turun 228 Meter
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan