Suara.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengungkapkan dualisme di tubuh PPP sudah tidak ada lagi. Romi mengatakan berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap memberikan keabsahan kepada kepengurusan DPP PPP hasil Muktamar VIII PPP 2016 di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta yang dipimpinnya.
Hal itu disampaikan Romi dalam pidato di acara Hari Lahir (Harlah) PPP ke-46 di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (6/1/2019). Dalam acara tersebut hadir Calon Wakil Presiden pasangan Joko Widodo atau Jokowi, Maruf Amin. PPP mendukung Jokowi - Maruf Amin di Pilpres 2019.
Romi mengatakan dengan adanya putusan tersbut, maka tidak boleh ada lagi pihak yang dengan sengaja atau tidak sengaja menyatakan diri lagi sebagai pimpinan PPP. Jika masih ada yang mengaku-ngaku, dia mengimbau kadernya untuk tidak segan membersihkannya.
"Saya sudah menginstruksikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kalau masih ada yang ngaku-ngaku apa lagi membawa aspirasi berbeda dari kepengurusan partai, sapu, sisir, sikat," tutur Romi dalam pidatonya di acara Harlah PPP ke-46 di Kantor DPP PPP, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (6/1/2019) malam.
Romi menegaskan siap bertanggung jawab atas instruksinya itu. Menurtnya, tak ada kompromi bagi pihak-pihak yang ingin merusak partainya itu.
"Yang tanggung jawab Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat. Tidak ada kompromi, ini soal kehormatan penegakan panji-panji Partai Persatuan Pembagunan," pungkasnya.
Sebelumnya, PPP hasil dari Musyawarah Kerja Nasional (Muktamar) Jakarta mendukung Prabowo - Sandiaga di Pilpres 2019. Ketua Umum PPP hasil mukernas Jakarta Humprey Djemat bersama puluhan kader mendatangi kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2018).
Seusai melakukan pembicaraan internal bersama Prabowo, mereka melakukan deklarasi dukungannya. Saat deklarasi, Humprey menjelaskan PPP Jakarta telah melangsungkan Muktamar pada 15 dan 16 November 2018.
Hasil muktamar itu, seluruhnya sepakat untuk mendukung Prabowo – Sandiaga. Tak hanya itu, keputusan itu juga berasal dari masukan para ulama serta kiai.
Baca Juga: Besok, Andi Arief Laporkan Sekjen PDIP sampai Staf Jokowi ke Polisi
Berita Terkait
-
Hindari Pemimpin Jahil, Orangtua Muslim Diminta Kirim Anaknya ke Pesantren
-
Usai Salat Maghrib, Jokowi Didoakan Nenek-nenek Lanjut Dua Periode
-
Sebut Maruf Amin Pengikut PKI, Kiai Saadullah Basuni Minta Maaf
-
Riset Binokular, Jokowi Capres Terbanyak yang Diberitakan pada 2018
-
Sebut Ma'ruf Amin Pengikut PKI, KH Sa'adullah Basuni Dilapor Polisi
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno
-
Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung
-
Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara
-
Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani
-
Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas
-
Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol