Suara.com - Polres Cilegon terus mendalami kasus dugaan pungutan biaya perawatan di RSKM Cilegon terhadap keluarga korban tsunami Selat Sunda yakni Nafis Umaam (8), warga Lingkungan Ramanuju Tegal, RT 01 RW 11, Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon.
"Dari pihak rumah sakit ada sepuluh orang manajemen RSKM yang sudah kita ambil keterangan oleh anggota di Unit Tipidkor. Ada juga dari saksi-saksi korban yang lain juga sudah interogasi," ujar Kasat reskrim Polres Cilegon AKP Dadi Perdana Putra saat dikonfirmasi media, Minggu (6/1/2019).
Sementara di tempat yang sama Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso menegaskan, pihaknya akan serius dalam menangani kasus dugaan pungutan yang dilakukan RSKM Cilegon terhadap korban tsunami.
"Pasti didalami (semua). Masih dalam pendalaman. Penyidik masih melakukan pendalaman dan memastikan memastikan status dari masing-masing pihak. Baik status dari RSKM seperti apa. Yang jelas polres Cilegon serius dalam menangani perkara ini hasilnya nanti saya sampaikan kepada rekan-rekan," ujarnya seperti dilansir Bantenhits.com.
Kapolres mengatakan, dengan melibatkan Dirkrimsus Polda Banten penyidik masih mencoba menjajaki opsi-opsi peraturan perundangan yang diterapkan. Tidak menutup kemungkinan kasus yang terjadi saat ini serupa dengan kasus pengutan biaya pengambilan jenazah korban tsunami di RSUD Dradjat Prawiranegara Kota Serang.
"Kita jajaki opsi-opsinya beberapa peratuan perundangan coba kita terapkan dan belum bisa dikatakan. Kita sudah pernah dan melihat kasus di Serang Kota, kurang lebih sama. Yang jelas kita masih proses pendalaman dalam waktu dekat akan ada release," ujarnya lagi.
Saat dikonfirmasi, Humas RSKM Cilegon Zaenal Muttakin membenarkan jika terdapat beberapa manajeman dan petugas rumah sakit mendatangi Polres Cilegon untuk diperiksa oleh petugas kepolisian.
"Saya sendiri di humas dipanggil. Manajemen dipanggil. Dr Ines dipanggil sebagai kepala Istalasi Pelayanan Perawatan, kasir dua orang dan beberapa yang lain termasuk petugas RSKM. Yang ditanya terkait prosedur pelayanan istalasi gawat darurat terkait dengan biaya yang timbul karena informasi dari Pemprov (Banten) yang dijamin itu kelas tiga dan permintaan dari yang dirawat di atas kelas III yaitu kelas II, I atau VIP," bebernya.
Saat disinggung adanya biaya perawatan korban tsunami yang dikenakan oleh RSKM terhadap pasien, Zaenal menegaskan bahwa pihaknya sudah menjelaskan secara detail terkait aturan, namun keluarga pasien berkeinginan untuk mendapatkan fasilitas perawatan yang lebih tinggi dari yang sudah ditentukan.
Baca Juga: Diam-diam Khofifah Sudah Tunjuk Calon Pengganti Wali Kota Risma
"Kalau itu bukan dipungut biaya, cuma ada timbul biaya selisih dari kelas III dengan kelas yang lainnya, sudah menjelaskan yang ditanggung dan yang digratiskan memang kelas III tapi keluarga pasien menginginkan di kelas berapa. Ada empat orang yang dikenakan biaya tergantung obat dan pemakaian itu tetap di kurangi jatah kelas III yang ditanggung," tandasnya.
Sumber: Bantenhits.com
Berita Terkait
-
7 Korban Bencana Tsunami di Lampung Belum Ditemukan
-
Harusnya Gratis, RSKM Cilegon Diduga Pungut Biaya Pengobatan Korban Tsunami
-
Percaya Korban Tsunami Dimakan Iwak, Warga Pandeglang Ogah Makan Ikan
-
Korban Tsunami Trauma Hingga Tewas, RS IMC: Kondisi Matori Sudah Drop
-
Kisah Tragis Matori Usai Dua Pekan Istri dan Anaknya Tewas Ditelan Tsunami
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Pemerintah Izinkan Pesantren Kelola Dapur MBG, Syaratnya Minimal 1.000 Santri
-
Dugaan Pelibatan Anak dalam Promosi Vape, DPR Minta Aparat Hukum Mengusut secara Tuntas
-
3 Contoh Teks Protokol Upacara Bendera 17 Agustus di Sekolah Lengkap
-
Jutaan Buku Dihancurkan, AI Bertambah Pintar: Haruskah Kita Merayakannya?
-
Pesantren Kini Bisa Bangun Dapur MBG Sendiri, Ini Syaratnya
-
Kombo dan Build Item Tersakit Saber di MLBB: Kabur kalau Ketemu 5 Hero Ini
-
5 Pilihan Body Scrub Ekstrak Green Tea untuk Merawat Kulit Cerah dan Halus
-
Driver Ojol Tasikmalaya Geram, Pemesan Misterius Diduga Sengaja Lakukan Order Fiktif Berulang
-
Ini Pilihan Warna Lipstik Maybelline Vinyl Ink yang Bikin Kulit Sawo Matang Jadi Glowing
-
6 Rekomendasi Sepatu Lari Specs Murah dan Awet, Cocok untuk Easy Run hingga Half Marathon