Suara.com - Bupati Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Ahmad Hijazi mendukung aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman berat terhadap pelaku pembunuhan satu keluarga di daerah itu.
Ahmad Hijazi saat berkunjung ke rumah duka di Simpang Suban, Kelurahan Talang Ulu, Kecamatan Curup Timur, Selasa, mengatakan, sanksi berat terhadap pelaku pembunuhan terhadap janda dan kedua anaknya pada Sabtu (12/1) kemarin, karena dilakukan secara sadis dan menghilangkan tiga nyawa sekaligus.
"Kita mendukung penegak hukum menjatuhkan hukuman yang seberat-beratnya kepada pelakunya, hukuman yang setimpal adalah minimal hukuman seumur hidup atau bahkan hukuman mati," ujarnya seperti dilansir Antara.
Hukuman yang berat itu sendiri merupakan pelajaran dan untuk memberikan efek jera kepada masyarakat lainnya yang akan melakukan hal serupa, sehingga tidak mudah menghilangkan nyawa orang.
Dalam kesempatan itu, bupati juga mengucapkan belasungkawa atas kejadian yang menimpa warganya itu dan meminta pihak korban untuk sabar dan menyerahkan proses hukumnya kepada aparat penegak hukum.
Saat berada di rumah orang tua almarhumah Hasnatul Laili yang posisinya hanya bersebarangan jalan itu, karena rumahnya yang menjadi TKP masih dipasang garis polisi, Ahmad Hijazi juga memberikan dorongan moril kepada Suwardi (ayah korban) sekeluarga agar tetap tabah mengingat ibu korban sejak kejadian itu harus menjalani perawatan medis di rumahnya lantaran jatuh sakit.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong AKP Jery Antonius Nainggolan mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka pelaku Jamhari Muslim (JM) guna mengetahui detil kejadian termasuk melakukan pemeriksaan ulang tempat kejadian perkara (TKP).
"Dari penyidikan sementara, aksi ini dilakukan tersangka seorang diri atau tersangka tunggal. Sedangkan untuk hasil visum ketiga korban juga belum kami terima, selain itu juga tidak ada upaya pemerkosaan oleh pelaku kepada korban," tambah dia.
Sebelumnya tersangka pelaku pembunuhan satu keluarga di Rejang Lebong, yakni Jamhari Muslim alias Ari (33) warga RT01, RW01, Kelurahan Talang Ulu, berhasil diamankan petugas Polres Bengkulu Selatan, Senin pagi (14/1) sekitar pukul 05.00 WIB, saat berada di wilayah itu dan berniat lari ke Krui, Lampung.
Baca Juga: Diduga Settingan, Habib Minta Jokowi dan Prabowo Abaikan Tes Baca Al Quran
Setelah ditangkap petugas Polres Bengkulu Selatan, kemudian tersangka ini digelandang ke Mapolda Bengkulu dan pada sore harinya dibawa penyidik ke Mapolres Rejang Lebong guna menjalani pemeriksaan lanjutan.
Kasus pembunuhan satu keluarga ini dialami Hasnatul Laili alias Lili (35) yang kesehariannya berprofesi sebagai pedagang pisang, dan dua anaknya Melan Miranda (16), pelajar kelas X Madrasyah Aliyah Negeri (MAN) Curup dan Chyka Ramadani (10) yang baru duduk di kelas III SD, yang tinggal di RT08, Simpang Suban Air Panas, Kelurahan Talang Ulu, Kecamatan Curup Timur.
Ketiganya ditemukan meninggal dunia pada Sabtu sore (12/1) sekitar pukul 16.30 WIB, setelah pihak keluarga dan warga sekitar mencurigai para korban yang tidak terlihat seharian kemudian mendobrak pintu rumah korban yang terkunci dari luar.
Berita Terkait
-
Pelaku Masih Misterius, Ini 8 Fakta Pembunuhan Siswi SMK di Bogor
-
Menolak Rujuk, Hasnatul dan 2 Anaknya Dibunuh Mantan Suami Ketiga
-
Wali Kota Bogor Ungkap Perkembangan Kasus Pembunuhan Siswi SMK
-
Polisi Temukan Fakta Baru Saat Reka Ulang Pembunuhan Wanita di Apartemen
-
Pembunuh Nurhayati di Green Pramuka City Disebut Miliki Masalah Utang
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
Terkini
-
PrabowoMegawati Bertemu di Istana, Pengamat Sebut Sinyal Konsolidasi Politik dan Jaga Stabilitas
-
Kasus Kebakaran Meningkat, Pemprov DKI Minta Warga Tak Lengah Tinggalkan Rumah Saat Mudik
-
Korlantas Ungkap Penyebab Macet Panjang di Tol Japek dan MBZ Hari Ini
-
Momen Hangat di Penghujung Ramadan: Prabowo Sambut Megawati di Istana, Bahas Apa?
-
Hilal Tak Terlihat, Warga Iran Bakal Rayakan Lebaran 2026 pada Sabtu 20 Maret
-
Laka Lantas Meningkat, Lelah dan Lalai Nyalip Jadi Pemicu Utama Kecelakaan saat Mudik 2026
-
Siapa Dalang Teror Air Keras Aktivis KontraS? DPR Desak Bongkar Aktor Intelektual Oknum BAIS TNI
-
Di Balik Pesta Mewah, Lettice Events Ubah Cara Kelola Limbah Makanan Lebih Efektif
-
Komnas HAM Dorong Agar Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilakukan Melalui Pengadilan Umum
-
Hilal di Batas Kriteria MABIMS, Bosscha ITB Sebut Posisi Bulan Sulit Diamati