Suara.com - Dalam kunjungannya ke Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (18/1/2019) hari ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku menerima banyaknya keluhan perihal kemacetan di daerah itu.
Karenanya, pemerintah menurut Jokowi memutuskan untuk membangun jalan tol mulai dari Cileunyi-Garut-Tasik (Cigatas).
"Saya sampaikan, saya mendapatkan banyak keluhan mengenai kemacetan Garut, Tasikmalaya, menuju Cileunyi. Sudah diputuskan tahun ini akan dibangun jalan tol Cigatas, Cileunyi-Garut-Tasik," ujar Jokowi saat menyerahkan 257 sertifikat wakaf di Masjid Besar Cibatu, Garut, Jawa Barat, Jumat (18/1/2019).
Jokowi mengatakan, pembangunan jalur tol Cigatas itu merupakan hadiah dari pemerintah untuk masyarakat Garut dan Tasikmalaya. Karenannya, ia berharap tidak ada lagi keluhan masyarakat perihal kemacetan.
"Ini adalah hadiah untuk masyarakat Garut dan Tasikmalaya yang saya cintai. Jangan sampai nanti ada suara-suara masuk ke saya pak gubernur macet, macet, macet," ucap Jokowi.
Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu memastikan pembangunan jalan tol akan dimulai tahun 2019 ini. Mengingat pemerintah sudah menetapkan lokasi pembangunan jalan tol.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ) Basuki Hadimuljono mengatakan, rencana pembangunan Jalan Tol Cigatas (Cileunyi-Garut-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar) saat ini memasuki tahap penentuan lokasi.
"Perkembangan pembangunan Jalan Tol Cigatas itu sedang penentuan lokasi dan akan ditenderkan pada tahun 2019. Penentuan lokasinya nanti kami ajukan kepada Pak Gubernur," kata Basuki usai menghadiri Upacara Hari Bakti PU di halaman Gedung Sate Bandung, Senin (3/12/2019)..
Menurut dia, pendanaan pembangunan jalan tol di Pulau Jawa, termasuk Bandung-Banjar ini berupa investasi karena kondisi ekonomi di Pulau Jawa sudah berkembang pesat.
Baca Juga: Ahok Bebas 24 Januari Besok, Brimob dan Polsek Cimanggis Bersiaga
"Jadi untuk pembangunan di jalan tol di Jawa ini kebanyakan investasi, karena kan Jawa ini sudah berkembang," kata Basuki.
Proyek-proyek infrastruktur di pulau Jawa, menggunakan dana investasi. Pada tahun 2019, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengalokasi anggaran sebesar Rp 110,7 triliun.
Adapun anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan sekitar Rp 40 triliun, bendungan dan irigasi sekitar Rp 35 triliun, cipta karya sekitar Rp 20 triliun dan perumahan sekitar Rp 9 triliun. Sisanya untuk pembiayaan di Balitbang, BPSDM dan Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah.
"Prioritas 2019 kami harus memastikan bahwa semua proyek berjalan tidak boleh ada yang ditinggalkan. Tahun 2019 ada 18 bendungan yang akan selesai, terakhir tahun 2022 semua proyek infrastruktur selesai," tuturnya.
Berita Terkait
-
Malam Tadi Debat Terorisme, Siangnya Jokowi Bebaskan Abu Bakar Ba'asyir
-
Dibebaskan, Jokowi Larang Abu Bakar Baasyir Ceramah Keliling, di Rumah Saja
-
Kubu Jokowi Ejek Prabowo saat Debat seperti Jaka Sembung Naik Ojek
-
Jokowi Minta Tak Perberat Syarat Abu Bakar Baasyir Bebas
-
Tompi Kutip Pernyataan Jokowi Dalam Debat, Tapi Ogah Dikomentari
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
WFH dari Hambalang, Prabowo Bahas Naturalisasi hingga Masa Depan Timnas Indonesia
-
Geruduk DPR, Mahasiswa Desak Evaluasi Program MBG dan Kebijakan Anggaran
-
Rekayasa Kematian Gagal! Brigadir Rizka Sintiani Divonis 10 Tahun usai Terbukti Bunuh Suami
-
Haul Akbar HUT Jakarta, KAI Buka Alternatif Naik-Turun di Stasiun Jatinegara Mulai Sore Ini
-
KPK Periksa Gus Yaqut sebagai Saksi untuk Tiga Tersangka Lain di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Bappenas: Pakai AI, Polri Bisa Ungkap Kejahatan 20 Tahun Lalu dengan Presisi!
-
Bawa Jelangkung Hitam ke Gedung DPR, Massa PB HMI: Prabowo atau Pertamax Turun!
-
MBG Diperdebatkan, Siapa yang Paling Berkepentingan Program Ini Terus Jalan?
-
DPR Jawab Tudingan Celios: MBG Bukan Gimmick, Hasilnya Terlihat 3 Tahun Lagi
-
Golkar Hormati Sikap Politik PDIP sebagai Penyeimbang: Biar Rakyat yang Menilai