Suara.com - Pengamat teroris, Al Chaidar menilai bebasnya Abu Bakar Baasyir tidak akan berpengaruh terhadap bangkitnya jaringan teroris di Indonesia. Baasyir yang disebut-sebut sebagai otak dari aksi bom Kedutaan Besar Australia ini disebut sudah tidak mempunyai jaringan teroris yang kuat.
"Jaringan teroris dari lini Ustaz Abu Bakar Baasyir sudah tidak ada, atau sangat sedikit sekali. Hal ini karena Ustaz Abu sudah tidak lagi berafiliasi dengan ISIS," ujar Al Chaidar kepada Suara.com, Selasa (22/1/2019).
Menurut dia, jaringan teroris sudah terpecah dalam beberapa kelompok selama Baasyir mendekam di penjara. Hal inilah yang menyebabkan hilangnya lini komando Baasyir terhadap jaringan teroris di Indonesia.
"Hal ini karena Ustaz Abu sudah tidak lagi berafiliasi dengan ISIS. Terus, jaringan JI lama dan neo JI sudah terpecah. Jaringan JAT juga sudah terpecah. Perpecahan ini mengakibatkan kelemahan pada lini komando Ustaz Abu," terangnya.
Ada Kemungkinan, Abu Bakar Baasyir hanya akan menjadi pemimpin spiritual dan tidak akan terlibat dalam jaringan teroris. Tidak itu saja, Baasyir juga dinilai tidak akan menyebarkan paham teroris dalam dakwah-dakwahnya.
"Dia tidak lagi dalam jaringan aktif, hanya sebagai pemimpin spiritual saja," ujarnya lagi.
Sebelumnya, Polri mengantisipasi beberapa pergerakan teroris yang mungkin mulai terlihat jika Baasyir dinyatakan bebas. Salah satunya pemantauan terhadap sel tidur gerakan terorisme.
Karopenmas Div Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pengamanan sel tidur di tiap Polda sudah dikerahkan. Pemantauan sel-sel yang berpotensi melakukan aksi teror ini lebih efektif sesuai Undang-Undang Nomor 5 tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (UU Antiterorisme).
Baca Juga: AJI Denpasar Sesalkan Pemberian Grasi Otak Pembunuhan Wartawan di Bali
"Sel tidur yang ada di tiap polda sudah dilakukan mapping, profiling, monitoring, oleh Satgas Anti Teror yang ada di Polda Polda. Tim itu terus bergerak," ujar Dedi.
Namun demikian, pihaknya masih belum tahu perihal kapan pembebasan Abu Bakar Baasyir akan dilakukan. Polri hanya bersifat memantau dan siap melakukan pengamanan jika gembong teroris itu akhirnya bebas.
"Pada prinsipnya dari kepolisian akan melakukan monitoring. Kalau yang bersangkutan atau beliau ABB (Abu Bakar Baasyir) kembali ke Solo, tugasnya Polresta Solo sama Polda Jateng yang akan melakukan tugas monitoring tersebut," ujar dia.
Berita Terkait
-
Abu Bakar Ba'asyir Tak Mau Teken Ikrar Setia NKRI, FPI : Muslim Sejati
-
Pengacara: Media Asing Selalu Fitnah Abu Bakar Baasyir
-
Wiranto: Keluarga Abu Bakar Ba'asyir Minta Pembebasan Sejak 2017
-
Abu Bakar Ba'asyir Tetap Impikan Negara Indonesia berdasarkan Islam
-
Soal Pembebasan Baasyir, Wiranto: Tidak Boleh Grusa-grusu
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733