Suara.com - Keluarga korban pesawat jatuh Lion Air JT 610 mengaku menerima perlakukan tidak mengenakan. Mereka mengaku diusir di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur, lokasi yang disediakan pihak Lion Air untuk posko warga yang anggota keluarganya masih dinyatakan hilang terkait insiden jatuhnya pesawat tersebut.
Salah satu keluarga korban, Anton Sahadi bercerita mereka tiba-tiba mendapatkan pemberitahuan dari oleh manajemen hotel pada Selasa (22/1/2019) sekitar pukul 18.30 WIB. Mereka disuruh berkemas dan menyerahkan kunci hotel pada Rabu (23/1/2019) 12.00 WIB.
"Malam itu (selasa) biasa kami kumpul di hotel kan, kami minta ruangan untuk kumpul sudah tidak dikasih lagi, biasanya selalu dikasih, kami biasa diskusi dan dialog terkait rencana ke depan tentang bagaimana 64 korban yang belum ditemukan, itu yang jadi prioritas kami, nah itu kami bahas hanya di selasar hotel lantai 3," kata Anton saat dihubungi Suara.com, Rabu (23/1/2019).
Menurut Anton, alasan pengusiran itu dilakukan karena pihak Lion Air telah memutus kontrak terkait penyediaan posko bagi keluarga korban di hotel tersebut.
"Manajemen hotel kan hanya menjalankan kewajiban bahwa kontrak itu sudah habis hari ini, jadi semua keluarga korban hari ini wajib check-out dari hotel itu karena tidak di-cover lagi sama Lion," jelas Anton.
Anton juga mengungkapkan hingga saat ini sekitar 30 keluarga korban masih bertahan di posko pengusian di Hotel Ibis, ia merasa ditipu oleh manajemen Lion Air yang menjanjikan 84 kamar bagi keluarga korban.
"Jadi yang kata kapten Putut bilang 84 kamar itu bohong, enggak sampai 80 kamar yang buat kami, selebihnya karyawan mereka semua, pokoknya kapten Putut itu sudah jadi pembohong besar lah bagi kami," ungkap Anton.
Puluhan keluarga korban ini berencana masih bertahan di posko Hotel Ibis dan menuntut janji manajemen Lion Air untuk terus mencari 64 korban yang belum ditemukan dan diidentifikasi.
Seperti diketahui, proses pencarian dan identifikasi sudah resmi dirampungkan sejak Jumat (23/11). Tim Disaster Victim Identification (DVI) baru berhasil mengidentifikasi 125 dari total 189 penumpang pesawat nahas tersebut. Artinya masih ada 64 korban yang hingga saat ini masih berada di dalam laut perairan Karawang, Jawa Barat
Baca Juga: Baasyir Batal Bebas, Santri Ngruki Dikawatirkan Jadi Anti Pemerintah
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan