Suara.com - Sebanyak 20 orang tewas akibat banjir Sulawesi Selatan. Sementara ribuan orang terdampak banjir itu.
Hal itu berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (24/1/2019). BNPB sudah mengirimkan tim pada Rabu (23/1/2019) malam untuk melakukan penilaian.
"Secara detail saya belum terima laporan yang lengkap. Tetapi berdasarkan hasil laporan sementara, sekitar 20 orang meninggal dunia, belasan ribu yang terdampak," kata Kepala BNPB Doni Monardo usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis siang.
Mengenai pengelolaan bantuan, ia mengatakan akan berkoordinasi dengan instansi terkait, terutama untuk daerah yang kerusakannya berat. Seperti jembatan dan jalan. Ia menyebutkan BNPB sudah melaporkan kondisi bencana banjir di Sulsel.
"Dilaporkan secara umum saja dan saya izin akan ke sana siang ini," kata mantan Komandan Paspampres itu. Ia menyebutkan BNPB sudah mengeluarkan dana untuk penanganan banjir di empat kabupaten di Sulsel.
"BNPB sudah mengeluarkan masing-masing Rp250 juta untuk empat kabupaten yang terdampak paling besar," katanya. Empat kabupaten itu, adalah Jeneponto, Gowa, Makassar, Maros.
Ia menyebutkan akan ada lagi dana yang disalurkan, akan tetapi tergantung dari penilaian tim di lokasi bencana.
Mengenai penjagaan alat deteksi dini bencana oleh TNI, Doni mengatakan hal itu perintah Presiden.
"Perlu ada sistem terintegrasi untuk pengamanan, kadang sudah diadakan tapi lantas ilang. Yang ilang kadang-kadang sederhana seperti aki, tapi ini mengakibatkan barang tidak berfungsi. Jadi kalau ada bencana alam tidak bisa dideteksi dan korban yang ditimbulkan itu sangat besar," katanya.
Baca Juga: Korban Tewas Akibat Banjir dan Tanah Longsor di Sulsel Jadi 20 Orang
Ia menyebutkan BNPB akan bekerja sama dengan lembaga yang bertanggung jawab dalam pengadaan alat itu, seperti BMKG, BIG, BPPT, LIPI, dan lainnya yang ditugaskan menyiapkan alat itu.
"Kami putuskan di mana alat ini ditempatkan kemudian bagaimana peraturan pengamanannya," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Korban Tewas Akibat Banjir dan Tanah Longsor di Sulsel Jadi 20 Orang
-
Kesulitan Distribusikan Bantuan, Gubernur Sulsel Pinjam Helikopter TNI
-
Update Banjir Sulawesi Selatan, 8 Orang Tewas, Ribuan Warga Mengungsi
-
Banjir di Sulawesi Selatan, Warga Maros Mengungsi di Masjid dan Kampus
-
Banjir di Sulsel, 10 Orang Dilaporkan Hilang
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali