Suara.com - Abdul Manaf (64) terkejut mengetahui KTP sang anak, Zulkifli (37), digunakan oleh orang tak dikenal untuk membeli mobil mewah Bentley Continental GT. Kekinian, mobil itu menunggak pajak sebesar Rp 108.098.550.
Abdul mengatakan, sekitar 2 tahun lalu ia didatangi oleh seorang pria yang meminta fotokopi KTP keluarganya. Fotokopi KTP itu digunakan untuk proses pencairan bantuan sembako.
"Sekitar 2 tahun lalu, ada orang datang. Awalnya dia bilang minta fotokopi KTP, lalu nanti dikasih sembako," kata Abdul saat ditemui di kediamannya di Jalan Mangga Besar IV.a, Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (28/1/2019).
Setelah fotokopi KTP miliknya, sang istri yakni Siti Aisyah, dan anaknya Zulkifli (37), diberikan kepada orang asing itu, Abdul tak mendapatkan sembako seperti yang dijanjikan. Ia hanya diberikan uang sebesar Rp 125 ribu.
Abdul mengakui, ia sama sekali tidak mengetahui KTP miliknya digunakan untuk membeli mobil mewah. Sebab, sang pria asing itu hanya menjanjikan memberikan sembako.
"Wah enggak ada omongan begitu, ngomongnya cuma mau dikasih sembako doang. Sampai sekarang enggak pernah muncul lagi," ungkap Abdul.
Sejak saat itu, ia tak lagi melihat pria asing yang meminta KTP miliknya itu. Barulah pada akhir Januari, ia mendapatkan surat dari Samsat Jakarta Barat dan Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta bahwa mobil mewah Bentley Continental GT atas nama Zulkifli telah menunggak pajak sebesar Rp 108.098.550.
Sebelumnya, petugas Samsat Jakarta Barat bersama Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta mendatangi kediaman penunggak mobil mewah Bentley Continental GT di Jalan Mangga Besar IV.a, Taman Sari, Jakarta Barat.
Saat tiba di lokasi, para petugas terkejut ternyata penunggak pajak menempati rumah petak di gang kecil.
Baca Juga: Resmi Dibuka Lagi, Ballroom Mahogany-Aryaduta Lippo Village Tampil Beda
Mobil mewah atas nama Zulkifli telah menunggak Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mobil Bentley Continental GT keluaran 2013 senilai Rp 108.098.550.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia