Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Rapat Koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan tema 'Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita’ di Jatim Expo, Jalan Ahmad Yani, Surabaya (2/2/2019).
Dalam acara tersebut hadir pula Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Doni Monardo, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan, rakornas tersebut merupakan forum untuk mengkonsolidasikan kekuatan terkait dengan bencana.
"Forum ini forum yang sangat strategis sekali dalam rangka mengonsolidasikan kekuatan-kekuatan yang kita miliki, dalam rangka yang berkaitan dengan bencana," ujar Jokowi.
Sementara itu, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Doni Monardo mengatakan, salah satu tujuan rapat koordinasi yakni untuk melakukan pendalaman sistem informasi tentang ancaman berbagai jenis bencana oleh para pakar, ahli dan peneliti.
"Tim dari berbagai pakar, ahli dan peneliti ini merupakan tim intelijen kebencanaan, yang nantinya akan diketuai oleh Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB," ujar Doni.
Kemudian Rakornas BNPB kata Doni juga bertujuan untuk memberikan masukan terhadap penyiapan kebijakan baru dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024, penerapan tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang penanganan bencana di kabupaten atau kota serta upaya sinkronisasi program mitigasi, termasuk rencana integrasi pembangunan sistem peringatan dini bencana yang komprehensif.
Rakornas tersebut diselenggarakan di Jawa Timur Expo Surabaya, yang berlangsung pada 1 sampai dengan 4 Februari 2019.
Baca Juga: Diguyur Hujan Lebat, Jalur Lintas Sumatera di Lahat Amblas
Untuk diketahui, sepanjang tahun 2018 tercatat 2.572 kejadian bencana. Bulan Januari dan Februari adalah puncak bencana banjir, longsor dan puting beliung.
Selama bulan Januari 2019, telah terjadi 366 kejadian bencana yang menyebabkan 94 orang meninggal dan hilang, 149 orang luka-luka, 88.613 orang mengungsi dan terdampak. Lalu 4.013 unit rumah rusak meliputi 785 rusak berat, 570 rusak sedang, 2.658 rusak ringan, dan 146 fasilitas umum rusak.
Lebih dari 98 persen bencana yang terjadi merupakan bencana hidrometeorologi selama Januari 2019.
Bencana banjir dan longsor yang terjadi di Sulawesi Selatan merupakan bencana yang banyak menimbulkan korban meninggal dan hilang.
Dalam periode yang sama, yaitu 1 Januari hingga 31 Januari, jumlah kejadian bencana tahun 2019 lebih banyak daripada tahun 2018. Perbandingan bencana antara tahun 2018 dan tahun 2019 menunjukkan bahwa jumlah kejadian bencana naik 57,1 persen, korban meninggal dunia dan hilang naik 308,7 persen, korban luka-luka naik 186,5 persen, korban mengungsi dan terdampak turun turun 49,8 persen, dan jumlah rumah rusak turun 59,7 persen.
Berita Terkait
-
Detik-detik Kiai Maimoen Zubair 'Doakan' Prabowo di Depan Jokowi
-
Duduk Bareng Jokowi, Kiai Maimoen Zubair 'Kepleset' Doakan Prabowo
-
Hadiri Rapat BNPB, Ini Agenda Jokowi Selama di Surabaya
-
Kabupaten Maluku Tenggara Barat Berubah Nama Jadi Kepulauan Tanimbar
-
Banyak Pendukung Terjerat Kasus Hukum, Begini Sikap Kubu Prabowo
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Suhardiman Amby Disebut Potong Penghasilan ASN Kuansing hingga 50 Persen
-
3 Parfum Heaven Scent Paling Wangi dan Laris, Wewangian Lokal Rasa Premium
-
Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974
-
Drama Tengah Malam di Perairan Krakatau: 4 Nelayan Selamat Usai 7 Jam Terombang-ambing
-
Di Hadapan Presiden, Menteri PKP Apresiasi Dirut BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Tertinggi
-
Apa Cocok Warna Lipstik Peach untuk Kulit Kuning Langsat? Ini Penjelasannya
-
Ulasan Doctor Lawyer: Menyingkap Relasi Kuasa di Balik Dunia Medis
-
4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
-
Optimisme Kesepakatan Selat Hormuz Tekan Harga Minyak Mentah
-
Mendagri: Integritas Kepala Daerah Kunci Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel