Suara.com - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Eddy Soeparno enggan berpikir negatif terkait adanya beberapa anggota BPN serta pendukung yang diseret ke jalur hukum.
Namun ia mengingatkan agar penegak hukum bisa bertindak adil dengan sejumlah laporan yang ditujukan kepada sejumlah pendukung Capres–Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi – Ma'ruf Amin.
Eddy mengungkapkan, pihak BPN Prabowo tetap meyakinkan diri kasus yang menjerat Ahmad Dhani, Buni Yani serta Rocky Gerung tidak dipolitisir. BPN juga menyerahkan kepada pihak penegak hukum untuk bisa memprosesnya secara adil.
“Kami tidak percaya atau tidak mau percaya bahwa ada unsur politisasi di situ dan kami akan serahkan itu sesuai asas hukum yang berlaku dan kami ingin keadilan ditegakkan," ujar Eddy di Prabowo – Sandiaga Media Center, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2019).
Di sisi lain, seandainya ada laporan-laporan yang berkaitan dengan pihak kubu lawan dalam hal ini kubu Jokowi – Maruf Amin, Eddy berpesan untuk tidak dibiarkan begitu saja.
Berbicara soal Rocky Gerung yang baru saja diperiksa di Polda Metro Jaya atas laporan dugaan penistaan agama, Eddy menegaskan bahwa para pendukung Rocky Gerung pasti menilai pemeriksaan yang dilakukan kepada ahli filsafat tersebut tentu berlebihan.
"Saya pikir itu suatu kerugian, kerugian bagi pihak yang dipersepsikan menjudge Rocky secara tidak adil," ujar dia.
Berita Terkait
-
KH Maimun Zubair Isyaratkan Pilih Jokowi di Pilpres 2019
-
Al Ghazali, Putera Ahmad Dhani, Bakal Masuk Tim Prabowo
-
Disebut Menteri Pencetak Utang, Sri Mulyani Kirim Puisi di Facebook
-
Rocky Gerung Diperiksa Polisi, Sandiaga: Beliau Bukan Anggota BPN
-
Jokowi: Saya Tak Ingin Dengar Lagi Ada Sengketa Tanah Wakaf
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Mahfud Tegaskan Gaya Militer Tak Cocok dalam Budaya Polri, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Laga Persija vs Persib Digelar di Samarinda, PT LIB: Bobotoh Tetap Dilarang Hadir!
-
Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan
-
Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN
-
Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor
-
Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun