Suara.com - Pangkalan Pengawas Sumber Daya Kelautan Perikanan (PSDKP) Lampulo, Banda Aceh, menetapkan dua nakhoda kapal nelayan berbendera Malaysia, warga negara Thailand menjadi tersangka pencurian ikan.
Kepala Pangkalan PSDKP Lampulo, Banda Aceh, Basri di Banda Aceh, Rabu, mengatakan, sebanyak tujuh anak buah kapal yang turut ditangkap bersama kedua nakhoda tersebut segera dipulangkan ke negara asal mereka.
"Kami akan berkoordinasi dengan imigrasi terkait pemulangan mereka. Sedangkan dua nakhodanya akan diproses secara hukum hingga ke pengadilan," kata Basri seperti dilansir Antara.
Dua yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni Suryon Jannok (39), nakhoda kapal motor KHF 1980 dan Winai Bunphichit, nakhoda KM KHF 2598. Keduanya merupakan warga negara Thailand.
Kedua kapal motor yang mereka nakhodai ditangkap di perairan Indonesia, Selat Malaka, saat menangkap ikan secara ilegal. Kedua kapal nelayan berbendera Malaysia tersebut ditangkap kapal patroli Kementerian Kelautan Perikanan KP Hiu 012.
Basri menyebutkan, kedua kapal tersebut ditangkap dalam waktu terpisah pada Sabtu (2/2) pukul 12.00 WIB dan pukul 13.00 WIB. Kedua kapal tersebut ditangkap karena tidak memiliki izin penangkapan izin di wilayah Indonesia.
"Selain itu, kedua kapal berbendera Malaysia tersebut ditangkap karena menggunakan pukat. Penggunaan pukat menangkap ikan dilarang di wilayah Indonesia," katanya.
Kedua nakhoda warga negara Thailand tersebut akan dijerat Pasal 93 dan Pasal 94 Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, karena nelayan asing memasuki wilayah Indonesia secara sah serta menggunakan alat tangkap terlarang.
"Kami juga masih mendalami pasal-pasal yang dilanggar kedua nakhoda tersebut, sebab mereka diduga menggunakan bahan kimia seperti formalin untuk mengawetkan ikan," tambah Basri.
Baca Juga: Korban Tewas Akibat Bendungan Ambruk di Brazil Capai 142 Orang
Berita Terkait
-
Tangisi Ahmad Dhani di Konser Reuni Dewa 19, Dul Jaelani : Makasih Ayah....
-
Sandiaga Ziarah ke Makam Sultan Malikussaleh, Raja Pertama di Indonesia
-
Sandiaga Ngopi Bareng dengan eks Panglima Gerakan Aceh Merdeka
-
Keren, Ada Atraksi Barongsai di Akuarium Bareng Hiu di Malaysia
-
Menegangkan! Aquarium Ini Gelar Pertunjukan Barongsai Duet dengan Hiu
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Kepala BPKP Gemetar Lapor Korupsi di Lingkaran Presiden, Prabowo: Mau Orang Saya, Tidak Ada Urusan!
-
Ketua RW Sebut Bukan Warga Lokal, Siapa Belasan Orang yang Keroyok Dico hingga Tewas di Grogol?
-
Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar
-
Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar
-
AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One
-
Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN
-
Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil
-
Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah, Sebut Ada Pimpinan Tidak Kuat jika Berurusan dengan Uang
-
Cek Fakta: Donald Trump Intip Dokumen Rahasia Xi Jinping, Benarkah?
-
Perkuat Ekonomi Rakyat, Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih: Ini Hari yang Penting!